Konferensi Pembelajaran Sepanjang Hayat: Mendorong Pembelajaran dan Pendidikan Orang Dewasa
Foto: Husniati Salma di Unsplash.
Belajar tidak mengenal batasan. Setiap orang dari segala usia, termasuk orang dewasa, berhak mendapatkan akses pendidikan dan aktivitas pembelajaran. Apalagi, pembelajaran dan pendidikan orang dewasa sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan mengatasi kesenjangan keterampilan. Terkait hal ini, Institut Pembelajaran Seumur Hidup UNESCO (UIL) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia menyelenggarakan Konferensi Pembelajaran Inklusif Sepanjang Hayat di Bali pada 3-6 Juli 2023.
Pembelajaran dan Pendidikan Orang Dewasa
Pendidikan umumnya dikaitkan dengan periode sekolah formal untuk anak-anak dan remaja. Sementara itu, konsep belajar sepanjang hayat mengakui pentingnya pendidikan dan pembelajaran orang dewasa. Konsep ini mengacu pada semua bentuk pembelajaran dan pendidikan – formal, nonformal, dan informal – yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang dewasa dapat berkontribusi dan berpartisipasi dalam angkatan kerja dan masyarakat.
Sayangnya, UNESCO menyatakan bahwa jumlah orang dewasa berusia 15 tahun ke atas yang mengikuti program pendidikan dan pembelajaran tak sampai 5% di sepertiga negara di seluruh dunia. Berangkat dari fakta itu, Konferensi Pembelajaran Sepanjang Hayat Inklusif bertujuan untuk mempromosikan hak atas pendidikan dan pembelajaran seumur hidup serta mendiskusikan strategi dan tindakan untuk inklusivitas di ASEAN dan negara-negara lain.
Konferensi Pembelajaran Sepanjang Hayat yang Inklusif
Selama empat hari, 300 peserta dari perwakilan tingkat tinggi negara-negara ASEAN, negara mitra, dan mitra teknis dan keuangan berkumpul untuk membahas strategi pembelajaran, praktik baik, dan inovasi dalam pembelajaran dan pendidikan orang dewasa di ASEAN.
“Dengan semangat tidak meninggalkan siapa pun, Konferensi ini berupaya untuk meningkatkan aksi nyata di lapangan, untuk memberikan kesempatan terbaik bagi semua orang agar dapat mengembangkan potensi penuh sepanjang hayat,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Salah satu contoh yang disorot dalam konferensi tersebut adalah program Kartu Prakerja, yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi kerja dan keterampilan kewirausahaan bagi pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, dan mereka yang membutuhkan peningkatan kapasitas. Sejak tahun 2020, program ini telah memberikan kesempatan untuk resklilling dan upskilling kepada 17 juta pelajar.
Konferensi tersebut juga membahas implementasi Kerangka Aksi Marrakech (MFA). MFA adalah rencana aksi yang diadopsi dalam Konferensi Internasional Ketujuh tentang Pendidikan Orang Dewasa 2022 untuk meningkatkan partisipasi orang dewasa dalam pembelajaran melalui peningkatan investasi keuangan. Konferensi tersebut mengidentifikasi arah strategis untuk menerapkan rekomendasi MFA ke dalam langkah-langkah kebijakan, strategi, dan program.
Manifesto Bali
Konferensi tersebut menghasilkan Manifesto Bali. Dokumen tersebut menguraikan tindakan utama yang diperlukan untuk menerapkan kebijakan pembelajaran sepanjang hayat dan menciptakan ruang belajar, kurikulum, jalur, dan materi pembelajaran yang inklusif. Selain itu, kampanye global #ImALifelongLearner juga diluncurkan untuk menekankan pentingnya paradigma pembelajaran sepanjang hayat.
“Sekarang adalah waktunya untuk mewujudkan komitmen menjadi tindakan! Kita harus mengembangkan kebijakan inklusif yang didukung oleh dana yang memadai dan melaksanakan program efektif yang memberdayakan individu melalui pembelajaran, tanpa memandang latar belakang atau usia. Hanya dengan bekerja sama kita dapat membangun kontrak sosial baru untuk pendidikan, dengan pembelajaran sepanjang hayat sebagai prinsip panduannya,” kata Stefania Giannini, Asisten Direktur Jenderal Pendidikan UNESCO.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest
Bentakan hingga Penyiksaan: Urgensi untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Tahanan
Pertumbuhan Pesat Pusat Data dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat