Cali Fund: Mendorong Peran Sektor Swasta dalam Menghentikan Penurunan Keanekaragaman Hayati
Foto: Jennifer Uppendahl di Unsplash.
Kita semua bergantung pada keanekaragaman hayati dalam banyak aspek kehidupan, mulai dari makanan dan obat-obatan hingga bisnis dan perdagangan. Dalam banyak kasus, ketergantungan ini melibatkan eksploitasi berlebihan sehingga menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati. Demi kelestarian alam, aksi untuk menghentikan dan mengembalikan kerugian ini menjadi hal yang mendesak. Pada Februari 2025, Cali Fund secara resmi diluncurkan untuk mendukung pendanaan aksi keanekaragaman hayati.
Penurunan Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati di Bumi menurun dengan cepat. Living Planet Report 2024 dari World Wildlife Fund (WWF) mengungkap bahwa populasi satwa liar telah menurun sekitar 73% dalam rentang tahun 1970 hingga 2020. Eksploitasi berlebihan tercatat sebagai salah satu penyebab utama, di samping degradasi dan hilangnya habitat, kemunculan penyakit dan spesies invasif, serta perubahan iklim.
Sementara itu, data S&P Global mengenai 1.200 perusahaan terbesar di Amerika Utara, Eropa, Asia, Australia, dan Amerika Latin menunjukkan bahwa 85% di antaranya sangat bergantung pada alam dalam operasional langsungnya. Hal ini menekankan pentingnya partisipasi sektor swasta dalam upaya penghentian dan pengembalian hilangnya keanekaragaman hayati.
Cali Fund
Pada Februari 2025, Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity/CBD) secara resmi meluncurkan Cali Fund pada hari kedua sesi lanjutan COP16. Dana tersebut merupakan bagian dari Mekanisme Multilateral yang diadopsi pada COP15 pada tahun 2022, bersama dengan Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal.
Intinya, Cali Fund bertujuan untuk memobilisasi pendanaan untuk mendukung aksi keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Pendanaan ini menggarisbawahi peran perusahaan dan entitas besar yang memperoleh manfaat komersial dari penggunaan Informasi Urutan Digital (digital sequence information/DSI) pada sumber daya genetik dalam menyumbangkan sebagian keuntungan atau pendapatan mereka. DSI pada sumber daya genetik mengacu pada data yang berasal dari sumber daya genetik yang telah didematerialisasi. Sektor-sektor tersebut meliputi farmasi, kosmetik, bioteknologi, dan bahkan kecerdasan buatan.
“Untuk pertama kalinya sejak dimulainya Konvensi, dana global di bawah Konferensi Para Pihak akan menerima kontribusi dari sektor swasta dalam bentuk pungutan dari pendapatan bisnis yang dihasilkan berkat penggunaan informasi rangkaian digital pada sumber daya genetik. Ini merupakan ekspresi nyata dari komitmen bisnis untuk berkontribusi terhadap alam, dan merupakan kemenangan besar dalam CBD,” kata Astrid Schomaker, Sekretaris Eksekutif CBD.
Hal penting lainnya adalah bahwa 50% sumber daya Cali Fund akan dialokasikan untuk Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, termasuk perempuan dan pemuda, untuk memperkuat peran mereka dalam aksi keanekaragaman hayati.
Mengakselerasi Aksi Keanekaragaman Hayati
Pada akhirnya, penggunaan Cali Fund akan mendukung dan meningkatkan implementasi Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal dan rencana aksi tingkat nasional lainnya yang dikembangkan oleh Negara-negara Pihak.
Ketika pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil mendapatkan manfaat dari keanekaragaman hayati, sudah sepantasnya kita semua bergandengan tangan dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati. Skema pendanaan ini menekankan pentingnya partisipasi multipemangku kepentingan dalam mencapai kemajuan melalui pembangunan berkelanjutan.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan