Global Blended Finance Alliance untuk Pembiayaan Iklim dan SDGs
Peluncuran Sekretariat Global Blended Finance Alliance di Bali, Indonesia. | Foto: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Pendanaan dan investasi merupakan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Agenda 2030 mustahil tercapai jika sektor publik dan swasta di tingkat nasional, regional, dan internasional tidak berkolaborasi dalam mengusung pendanaan untuk aksi SDGs. Terkait hal ini, pemerintah menginisiasi Aliansi Pendanaan Campuran Global (Global Blended Finance Alliance/GBFA) yang bertujuan untuk mempercepat investasi dalam aksi iklim dan SDGs.
Global Blended Finance Alliance
Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 meliputi banyak target dan sasaran demi kesejahteraan manusia dan planet. Beberapa di antaranya adalah aksi iklim, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan masyarakat yang adil dan inklusif untuk semua. Untuk mencapai seluruh tujuan dan target tersebut, diperlukan kolaborasi sistematis antara sektor publik dan swasta.
Dalam KTT G20 di Bali pada November 2022, pemerintah dan organisasi mitra meluncurkan Global Blended Finance Alliance (GBFA) G20 Bali. Pembiayaan campuran adalah “penggunaan strategis pembiayaan pembangunan untuk memobilisasi pembiayaan tambahan menuju pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.” Organisasi ini didirikan sebagai komunitas global untuk mempercepat investasi dalam aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami mengajak semua pihak untuk bermitra karena kita tidak punya waktu banyak jika ingin mengumpulkan investasi triliunan setiap tahun untuk bumi. Untuk itulah kita meluncurkan Global Blended Finance Alliance, yang akan membangun kapasitas pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi untuk melakukan pendanaan yang lebih baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Menjembatani Kesenjangan Pembiayaan
Mendorong semua pelaku utama di sektor keuangan untuk berpartisipasi dalam menjembatani kesenjangan pembiayaan dan investasi merupakan hal yang krusial. Salah satu tujuan Global Blended Finance Alliance adalah untuk mendorong penggunaan dana pemerintah dan filantropis untuk memberi insentif pada investasi swasta dalam solusi bisnis berdampak tinggi yang berkaitan dengan SDG. Hal ini mengharuskan organisasi untuk bermitra dengan pemerintah, organisasi filantropi, dan investor swasta.
GBFA juga bertujuan untuk mendukung standarisasi data dan kerangka kerja pembiayaan campuran agar dapat diperluas dan direplikasi di Negara Berkembang, Negara Tertinggal, dan Negara Kepulauan. Selain itu, yang tak kalah penting, mendorong peningkatan kapasitas dan berbagi pengetahuan tentang praktik terbaik untuk memperkuat kolaborasi antarnegara berkembang.
Pada Mei 2024, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meluncurkan Sekretariat GBFA di Bali. Perwakilan dari negara-negara pendiri hadir dan menandatangani Letter of Intent, antara lain Kanada, Republik Demokratik Kongo, Fiji, Prancis, Kenya, Sri Lanka, dan Uni Emirat Arab.
GBFA diharapkan dapat berfungsi sebagai platform untuk menerapkan Prinsip-Prinsip Pembiayaan Campuran G20 di negara-negara berkembang. Di tengah krisis dunia yang semakin kompleks, skema pembiayaan campuran merupakan langkah penting untuk menjembatani kesenjangan pendanaan SDG, terutama untuk aksi iklim.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest
Bentakan hingga Penyiksaan: Urgensi untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Tahanan
Pertumbuhan Pesat Pusat Data dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat