Menengok Healthy Homes Initiatives di Selandia Baru dalam Mengatasi Bed Poverty
Foto: Emma Bauso di Pexels.
Tidur sangat penting bagi kesehatan. Untuk mencapai kualitas tidur yang baik, rumah tangga harus memiliki tempat tidur yang memadai dan dalam kondisi yang baik. Namun, hal ini sulit dimiliki oleh orang-orang yang hidup dalam kemiskinan. Di Selandia Baru, pemerintah dan organisasi berkolaborasi untuk mengatasi masalah kemiskinan tempat tidur (bed poverty).
Apa itu Bed Poverty?
Secara umum, bed poverty merujuk pada kondisi tempat tidur yang tidak memadai yang dirasakan oleh masyarakat miskin. Ali Cooper, Penasihat Kebijakan Senior tentang Kemiskinan Anak di organisasi amal Barnado’s yang berbasis di Inggris, mengeksplorasi berbagai kondisi yang termasuk dalam kategori kemiskinan tempat tidur:
- Tempat tidur ambruk atau rusak
- Berbagi tempat tidur dan kamar
- Tidur di lantai
- Ketidakmampuan untuk mencuci tempat tidur
Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan rumah tangga untuk membeli tempat tidur baru atau tidak menyanggupi biaya energi untuk menjaga kualitas tempat tidur yang sudah ada.
Di Selandia Baru, dimana angka kemiskinan anak masih tinggi, bed poverty merupakan permasalahan yang umum dijumpai. Organisasi amal anak-anak, Variety, melaporkan bahwa satu dari sepuluh anak yang tinggal di komunitas miskin Selandia Baru tidak memiliki tempat tidur sendiri. Akibatnya, anak-anak ini lebih rentan tertular penyakit pernapasan dan infeksi kulit yang sebenarnya bisa dicegah, dan terdapat lebih dari 28.000 kasus rawat inap.
Healthy Homes Initiatives
Pada rentang tahun 2013 hingga 2015, Pemerintah Selandia Baru membentuk Healthy Homes Initiatives (HHI) untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah yang tinggal di permukiman padat penduduk dan berisiko tinggi terkena demam rematik. Dari semula hanya mencakup 11 dewan kesehatan distrik, program ini kemudian diperluas secara nasional sejak tahun 2016.
Setelah mengidentifikasi keluarga yang memenuhi syarat, HHI kemudian melakukan penilaian komprehensif dan merumuskan rencana tindakan spesifik untuk menciptakan rumah yang lebih hangat, kering, dan sehat. Intervensi ini mencakup bantuan bagi keluarga untuk mendapatkan tempat tidur dan perlengkapan tidur serta membayar tagihan energi mereka, yang sangat penting dalam upaya mengakhiri bed poverty.
Untuk memperluas skala dampaknya, HHI bekerja sama dengan berbagai organisasi dan lembaga layanan kesehatan di seluruh penjuru Selandia Baru. Sebagai contoh, program Variety’s Beds for Kids, yang dilaksanakan melalui kemitraan dengan HHI, berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 400.000 (setara Rp6,5 miliar) untuk menyediakan tempat tidur baru dan perlengkapan tidur bagi 1.100 anak.
Rumah yang Aman untuk Semua
Dokumen evaluasi tiga tahun menunjukkan bahwa intervensi HHI telah mengurangi jumlah rawat inap per orang sebesar 19,8%. Selain itu, rawat inap lainnya tidak terlalu parah. Hal ini menunjukkan bahwa mengakhiri bed poverty sangat penting untuk menciptakan rumah yang aman dan sehat bagi semua, terutama anak-anak. Tidur di tempat tidur yang bersih dan tinggal di rumah dengan perlengkapan yang memadai dapat membantu anak-anak tumbuh dan berkembang dengan sehat menuju masa depan yang lebih cerah.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan