Pakistan Tetapkan Kawasan Konservasi Laut untuk Tingkatkan Upaya Konservasi
Foto: Ali Abdullah di Unsplash.
Laut dan lautan sangat penting bagi kehidupan di Bumi; menyeimbangkan ekosistem dunia dan dapat meningkatkan perekonomian suatu negara. Namun polusi yang tinggi dan berbagai aktivitas yang tidak bertanggung jawab telah mengancam ekosistem laut di berbagai tempat, termasuk di Pakistan. Untuk meningkatkan upaya konservasi, Pakistan telah menetapkan dua pulau sebagai Kawasan Konservasi Laut.
Masalah Laut Pakistan
Pakistan memiliki garis pantai sepanjang 990 km dengan ratusan spesies laut. Ekosistem laut di Pakistan dapat menghasilkan lebih dari 590.000 metrik ton ikan dan 250.000 ton udang. Perkiraan nilai ekspornya mencapai 7,272 miliar Rupee Pakistan (kira-kira Rp400,8 miliar).
Sayangnya, ekosistem tersebut mengalami berbagai masalah lingkungan. Polusi merupakan salah satu yang paling parah, dengan limbah berbahaya dari industri dan tumpahan minyak yang sering mencemari laut. WWF Pakistan menyatakan bahwa terdapat sekitar 250 juta ton kantong plastik, botol, dan sisa makanan di Pakistan. Yang mengejutkan, 65% sampah di wilayah pesisir merupakan botol plastik, bungkus plastik, tas, peralatan sekali pakai, dan sampah lain yang tidak terolah.
Kawasan Konservasi Laut
Pada tahun 2004, Conference of Parties (COP) Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) menyepakati bahwa kawasan lindung laut dan pesisir sangat penting bagi upaya konservasi laut. Pada gilirannya, masing-masing pihak di CBD, termasuk Pakistan, harus mendeklarasikan setidaknya 10% wilayah pesisir dan lautnya sebagai Kawasan Konservasi Laut (Marine Protected Areas/MPA).
Pakistan menetapkan Pulau Astola sebagai Kawasan Konservasi Laut pertamanya pada tahun 2017. Terletak 25 km di lepas pantai provinsi Balochistan, peran Pulau Astola sangat penting dalam menyediakan tempat bersarang bagi penyu, mendukung burung-burung yang bermigrasi, dan menyediakan tempat berkembang biak bagi spesies laut dengan terumbu karangnya.
Tujuh tahun setelah Astola, Pulau Churna menyusul. Pulau ini merupakan hotspot laut yang signifikan dengan ekosistem yang kaya dengan lebih dari 250 spesies. Penetapan Kawasan Konservasi Laut di dua pulau tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap perairan di sekitarnya dan mengatur aktivitas manusia seperti penangkapan ikan, pariwisata, dan polusi laut yang merajalela yang mengancam ekosistem laut Pakistan.
Urgensi untuk Melakukan Tindakan
Penetapan dua pulau di Pakistan sebagai Kawasan Konservasi Laut dipimpin oleh Departemen Hutan dan Margasatwa, Pemerintah Balochistan, dan dibantu oleh IUCN Pakistan. Pada akhirnya, komitmen dan tindakan untuk melindungi lautan dan makhluk hidup di dalamnya menjadi semakin mendesak, terutama karena perubahan iklim. Selain melindungi ekosistem, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil juga harus berupaya mengurangi konsumsi dan meningkatkan pengelolaan limbah untuk membatasi polusi.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest