Strategi Global ILO untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Foto: Pop & Zebra di Unsplash.
Sebagian besar waktu orang dewasa dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja. Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, yang sayangnya masih menjadi tantangan di berbagai belahan dunia. Terkait hal ini, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) telah mengadopsi strategi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) global untuk mendukung penerapan sistem kerja yang lebih baik.
Tempat Kerja yang Aman dan Sehat
Setiap pekerja berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat. Sayangnya, banyak pekerja di semua sektor di seluruh dunia masih menghadapi lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak sehat. ILO memperkirakan bahwa 2,93 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, dan 395 juta pekerja di seluruh dunia mengalami kecelakaan kerja setiap tahun.
Kecelakaan di tempat kerja tentu akan berdampak terhadap pekerja dan keluarga mereka. Kecelakaan kerja juga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi bisnis dan negara pada umumnya.
Strategi Global ILO untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Meskipun kecelakaan dan cedera di tempat kerja kadangkala tidak dapat dihindari, banyak insiden yang sebetulnya dapat dicegah atau dikurangi dengan manajemen yang tepat. Bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berfokus pada pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan menghilangkan dan mengurangi risiko di lingkungan kerja.
Pada Juni 2022, ILO telah mengintegrasikan ‘lingkungan kerja yang aman dan sehat’ ke dalam kerangka prinsip dan hak dasar di tempat kerja, yang mengharuskan Negara Anggota ILO untuk mempromosikan dan mewujudkan prinsip-prinsip tersebut untuk mendukung lingkungan kerja yang aman dan sehat. Kemudian, pada tahun 2023, ILO meluncurkan Strategi Global tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Rencana Aksinya (2024-2030) untuk mendukung Negara Anggota ILO dalam pelaksanaannya.
Strategi tersebut didasarkan pada tiga pilar: meningkatkan kerangka kerja keselamatan dan kesehatan kerja nasional; memperkuat koordinasi, kemitraan, dan investasi dalam keselamatan dan kesehatan kerja; dan meningkatkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja.
Dalam pelaksanaannya, strategi ini mengikuti standar ketenagakerjaan internasional, dialog dan partisipasi sosial, serta berfokus pada pencegahan sepanjang siklusnya. ILO juga memprioritaskan pendekatan yang berpusat pada manusia, inklusif, dan transformatif gender sebagai prinsip-prinsip panduannya.
Perlindungan yang Lebih Kuat bagi Pekerja
Risiko bahaya pekerjaan terus meningkat. Misalnya, di tengah perubahan iklim, pekerja luar ruangan sering harus menahan sengatan terik matahari dengan peralatan dan tindakan perlindungan seadanya. Pada saat yang sama, transisi energi juga memunculkan risiko perbudakan modern, terutama di tempat-tempat yang regulasi dan kemauan politiknya lemah untuk menciptakan keadilan sosial.
Oleh karena itu, regulasi, kerangka kerja, dan strategi sangat penting dalam mengubah lingkungan kerja menjadi tempat yang lebih aman dan lebih sehat bagi pekerja. Mengembangkan standar, memperluas dan menyebarluaskan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan membina kolaborasi terkait penerapan K3 sangat penting untuk transformasi di seluruh industri, yang memerlukan partisipasi dari para pemangku kepentingan utama di pemerintahan, bisnis, dan masyarakat sipil.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan