ASEAN-Indo-Pacific Forum Dorong Kolaborasi Inklusif di Asia-Pasifik
Para pemimpin Negara Anggota ASEAN dalam ASEAN-Indo-Pacific Forum. | Foto: ASEAN Summit 2023 Media Center.
Kolaborasi merupakan bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Bagi negara-negara ASEAN yang sedang berkembang dan sangat beragam, kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan berbagai peluang di kawasan tersebut dan di dunia. Dalam rangkaian KTT ASEAN ke-43, Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) untuk membahas proyek dan kolaborasi di Indo-Pasifik.
KTT ASEAN ke-43
KTT ASEAN pertama kali diadakan di Bali pada tahun 1976. Pada tahun 2023, KTT ASEAN ke-43 diselenggarakan di Jakarta pada 5-7 September. Para pemimpin Negara Anggota ASEAN dan mitra industri berkumpul untuk menjajaki peluang lebih lanjut di kawasan ini. Perwakilan dari negara mitra juga hadir, antara lain perwakilan dari Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.
Selama tiga hari, KTT ASEAN 2023 menghadirkan berbagai diskusi dan forum mengenai masa depan kawasan ASEAN. ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) adalah acara utama KTT ASEAN yang diselenggarakan oleh Indonesia sebagai bagian dari Keketuaan ASEAN tahun 2023. Forum ini dibentuk berdasarkan inisiatif ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang diadopsi oleh Negara Anggota ASEAN pada tahun 2019.
ASEAN-Indo-Pacific Forum
ASEAN merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat pada tahun 2022. Dengan pertumbuhan pasar dan populasi produktif, kawasan ASEAN memiliki banyak peluang perdagangan, investasi, dan keuangan lainnya. Outlook ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) melihat pentingnya negara-negara Asia-Pasifik untuk mendorong dialog dan kerja sama sebagai kawasan yang terintegrasi dan saling terhubung untuk mencapai kesejahteraan bagi semua.
Berdasarkan misi tersebut, ASEAN-Indo-Pacific Forum mengundang pemerintah, pemimpin sektor swasta, lembaga keuangan internasional, dan organisasi internasional untuk membahas proyek dan kolaborasi di Indo-Pasifik. Tiga agenda utama dibahas dalam forum tersebut: infrastruktur hijau dan rantai pasok yang tangguh, pembiayaan berkelanjutan dan inovatif, serta transformasi digital dan ekonomi kreatif. Presiden Joko Widodo, selaku Ketua KTT ASEAN 2023, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan 93 proyek kolaboratif senilai USD 38,2 miliar dan 73 proyek potensial senilai USD 17,8 miliar.
“Ini mencerminkan komitmen kami, yaitu menjalankan apa yang dikatakan. Untuk membangun Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera, ASEAN akan terus berkolaborasi secara terbuka dan menjalin kerja sama inklusif sekaligus memperkuat kepercayaan strategis terhadap Indo-Pasifik,” kata Jokowi.
Kolaborasi yang adil dan merata
Selain agenda utama ASEAN-Indo-Pacific Forum, KTT ASEAN ke-43 juga berfokus untuk mengatasi tantangan lain yang dihadapi kawasan ini, termasuk konflik di Myanmar. Visi menjadikan ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan juga menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam KTT tersebut. Melalui ASEAN-Indo-Pacific Forum, para pemimpin ASEAN diharapkan dapat terus mengupayakan kolaborasi yang lebih baik dan perbaikan yang adil di semua sektor tanpa meninggalkan siapa pun.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan