UNCTAD Luncurkan Alat Pelacak Produk Berbasis Keanekaragaman Hayati dalam Perdagangan
Foto: Freepik.
Keanekaragaman hayati sangat penting bagi perekonomian. Banyak produk yang kita gunakan sehari-hari berasal dari keanekaragaman hayati, termasuk obat-obatan, makanan, hingga kerajinan tangan. Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan penurunan keanekaragaman hayati, perlu ada upaya untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meluncurkan alat yang dapat melacak produk berbasis keanekaragaman hayati dan mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Perdagangan Produk Berbasis Keanekaragaman Hayati
Yang dimaksud dengan produk berbasis keanekaragaman hayati adalah produk-produk yang berbahan dasar, bersumber, dan berasal dari sumber daya dan bahan hayati. Contoh paling sederhana adalah apa yang kita konsumsi atau kenakan sehari-hari, seperti buah-buahan, kopi bubuk, dan kemeja katun, hingga bahan kimia seperti gliserol yang berasal dari minyak dan lemak alami.
Produk berbasis keanekaragaman hayati diperdagangkan setiap hari untuk memenuhi permintaan dunia. Forum Ekonomi Dunia memperkirakan bahwa setengah dari total PDB dunia pada tahun 2020 (sekitar USD 44 triliun) bergantung pada keanekaragaman hayati dan alam pada tingkat sedang hingga tinggi. Ironisnya, pada saat yang sama, penurunan keanekaragaman hayati terjadi di berbagai belahan dunia akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Menjamin perdagangan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan memerlukan cara-cara yang mendukung perekonomian tanpa merugikan manusia dan planet Bumi. Pada tahun 1996, UNCTAD meluncurkan Inisiatif BioTrade untuk mempromosikan perdagangan dan investasi berkelanjutan pada produk dan layanan berbasis keanekaragaman hayati. Proyek terbaru dalam inisiatif ini adalah alat statistik Perdagangan dan Keanekaragaman Hayati (Trade and Biodiversity/TraBio).
Alat Statistik TraBio
Laporan UNCTAD 2023 mengungkap bahwa data dan statistik terkait perdagangan keanekaragaman hayati tersebar dan tidak memiliki definisi formal dan klasifikasi produk berbasis keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, alat statistik TraBio dikembangkan untuk memfasilitasi pengumpulan, pemantauan, dan pelaporan data mengenai perdagangan produk berbasis keanekaragaman hayati.
Alat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana keanekaragaman hayati dapat berkontribusi terhadap perekonomian melalui perdagangan produk berbasis keanekaragaman hayati. Alat Statistik TraBio terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
- Klasifikasi produk TraBio yang memfasilitasi analisis, perumusan kebijakan, penelitian, dan pengambilan keputusan mengenai informasi perdagangan melalui kategorisasi dan pengelompokan.
- Database TraBio yang berisi informasi perdagangan barang berbasis keanekaragaman hayati
- Alat visualisasi interaktif untuk membantu pengguna memvisualisasikan arus dan indikator perdagangan.
Mendukung Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati secara Berkelanjutan
Produk dan klasifikasi statistik TraBio dimaksudkan untuk menetapkan standar universal untuk statistik perdagangan produk berbasis keanekaragaman hayati. Pada akhirnya, alat ini diharapkan dapat menyediakan data yang komprehensif, andal, dan dapat diakses mengenai produk berbasis keanekaragaman hayati bagi pemerintah, organisasi, dan dunia usaha untuk mengambil keputusan yang tepat dan mendukung penggunaan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Menggeser Paradigma: Urgensi Reformasi Hukum Lingkungan di Indonesia
Mengulik Kemajuan Teknologi sebagai Pengganti Uji Coba pada Hewan
Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut