Strategi Regional Afrika untuk Prioritaskan Layanan Rehabilitasi
Foto: Towfiqu barbhuiya di Unsplash.
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan kita, mulai dari penuaan alami hingga gangguan kesehatan kronis. Dalam hal ini, layanan rehabilitasi memainkan peran penting dalam mendukung individu dengan masalah kesehatan sepanjang hidup mereka. Terkait hal ini, para menteri kesehatan negara-negara Afrika telah mengadopsi strategi regional untuk mengintegrasikan layanan rehabilitasi ke dalam sistem kesehatan masyarakat di seluruh penjuru Afrika.
Apa itu Layanan Rehabilitasi?
Populasi dunia semakin menua, dengan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan mencapai 1,4 miliar jiwa pada tahun 2030. Pada saat yang sama, berbagai faktor memperburuk masalah kesehatan kronis, mulai dari krisis iklim hingga polusi udara. Hal ini membutuhkan sistem layanan kesehatan yang kuat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sepanjang siklus hidup.
Dalam konteks ini, layanan rehabilitasi sangat penting dalam membangun sistem layanan kesehatan yang tangguh. Layanan rehabilitasi menyediakan intervensi untuk meningkatkan fungsi tubuh manusia dan mengurangi disabilitas pada individu dengan gangguan kesehatan. Pada dasarnya, layanan ini bertujuan untuk membantu mencapai hasil terbaik untuk intervensi kesehatan, seperti pembedahan dan perawatan trauma. Beberapa contoh layanan rehabilitasi seperti fisioterapi untuk meningkatkan fungsi motorik; serta terapi wicara dan bahasa untuk meningkatkan komunikasi setelah cedera otak.
Lebih dari 210 juta orang di Afrika membutuhkan layanan rehabilitasi. Namun, sebagian besar dari mereka masih kekurangan akses ke layanan yang dibutuhkan. Layanan yang ada seringkali tidak memadai dan memiliki tenaga kesehatan profesional serta cakupan yang terbatas, terutama di tingkat komunitas. WHO Afrika juga mencatat bahwa kawasan ini menunjukkan kepadatan tenaga kerja rehabilitasi terendah di seluruh dunia, yang menandakan urgensi untuk menjembatani kesenjangan ini.
Strategi Afrika
Pada Agustus 2025, para menteri kesehatan negara-negara Afrika mengadopsi Strategi Rehabilitasi Regional 2025–2035, yang memprioritaskan layanan rehabilitasi di kawasan tersebut. Tujuannya adalah agar pada tahun 2035, 60% negara di kawasan ini memiliki rencana rehabilitasi nasional dan anggaran khusus, serta rehabilitasi terintegrasi ke dalam 60% fasilitas kesehatan primer sebagai bagian dari layanan kesehatan esensial.
Salah satu tantangan terbesar di Afrika adalah kurangnya data sistem kesehatan untuk menginformasikan pengambilan keputusan dan terbatasnya pengetahuan tentang manfaat rehabilitasi bagi kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, strategi regional tersebut menetapkan beberapa intervensi prioritas. Strategi ini menyerukan pemerintah negara-negara Afrika untuk memperkuat perencanaan dan komitmen nasional terhadap rehabilitasi, seperti memprioritaskan layanan rehabilitasi dalam alokasi dana dan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan memperbaiki manajemen data kesehatan.
Selain kepemimpinan dari kementerian kesehatan, strategi ini juga menyerukan organisasi internasional seperti WHO untuk memfasilitasi perkembangan ini dengan pedoman teknis dan inisiatif pengembangan kapasitas.
Memprioritaskan layanan rehabilitasi sebagai layanan esensial akan mendukung pemulihan pasien, memfasilitasi pemulangan tepat waktu, dan mengurangi risiko komplikasi. Selain menjaga kesehatan masyarakat, langkah-langkah ini juga akan berkontribusi pada penghematan biaya layanan kesehatan.
Menjaga Kesehatan Masyarakat
Rehabilitasi merupakan bagian inti dari pencapaian cakupan kesehatan semesta. Karena lingkungan yang menentukan kesehatan kita terus menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kita, memprioritaskan integrasi rehabilitasi sebagai layanan kesehatan esensial menjadi semakin penting, terutama di wilayah yang masih berjuang dengan berbagai masalah kesehatan masyarakat. Pada akhirnya, kesadaran akan kebutuhan publik, komitmen politik yang kuat, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan kunci untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Menyoal Ketentuan Upah Minimum dan Tantangan Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja
Mengungkap Potensi Risiko Teknologi di Tengah Krisis Global
Memperkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Menilik Solusi Potensial Pengelolaan Sampah menjadi Metanol (Waste-to-Methanol)
Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru