ASEAN-USAID PROSPECT: Kemitraan untuk Akhiri Perdagangan Orang di ASEAN
Foto: Lalesh aldarwish di Pexels.
Hingga hari ini, perdagangan orang masih terjadi di berbagai tempat. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, perdagangan orang merupakan masalah serius yang membutuhkan upaya berskala besar. Terkait hal ini, proyek ASEAN-USAID PROSPECT diluncurkan untuk mengatasi perdagangan orang di ASEAN.
Perdagangan Orang di ASEAN
Perdagangan orang merupakan tindakan ilegal berupa perekrutan orang dengan paksaan, penipuan, atau manipulasi untuk mengeksploitasi korban demi keuntungan. Perdagangan orang dapat berupa eksploitasi dalam industri seks, hiburan, dan perhotelan, kerja paksa, perbudakan modern, serta pernikahan paksa.
Pada Juni 2023, Polri menangkap hampir 500 pelaku yang terlibat dalam perdagangan orang dengan jumlah korban lebih dari 1.500 orang. Kamboja disebut-sebut sebagai tujuan utama perdagangan orang di ASEAN dalam beberapa tahun terakhir, di mana para pelaku menjebak calon korban melalui penipuan bisnis online dan tawaran pekerjaan palsu di media sosial.
Berangkat dari kenyataan tersebut, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan ASEAN berkolaborasi untuk mengatasi masalah perdagangan orang di ASEAN melalui proyek Kemitraan untuk Optimalisasi Regional dalam proyek Komunitas Politik-Keamanan dan Sosial-Budaya (PROSPECT). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan implementasi Konvensi ASEAN untuk Menentang Perdagangan Orang dan memperkuat perlindungan dan layanan bagi korban, khususnya perempuan dan anak-anak.
Fokus Proyek ASEAN-USAID PROSPECT
Proyek ASEAN-USAID PROSPECT mengundang pejabat ASEAN, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk berkolaborasi dalam memperkuat kebijakan, sistem, dan koordinasi kawasan untuk mengatasi berbagai masalah kemanusiaan. Proyek ini berfokus pada dua prioritas utama, yaitu:
- Meningkatkan kapasitas untuk menangani masalah kebutuhan korban perdagangan manusia melalui kerjasama dengan mitra lokal.
- Memperkuat kolaborasi dan koordinasi pemangku kepentingan lintas pejabat, pakar, praktisi, dan organisasi.
Dalam kurun April hingga Juni 2023, proyek PROSPECT menjalin kemitraan dengan Dark Bali dan juga organisasi Kamboja Chab Dai Coalition untuk melatih lebih dari 90 praktisi penegakan hukum hingga layanan sosial guna memperkuat keterampilan mereka dalam mengidentifikasi dan membantu korban perdagangan orang dengan lebih baik.
Selain itu, proyek ini juga berkolaborasi dengan NEXUS Institute, ASEAN-Australia Counter-Trafficking Program, Regional Support Office of the Bali Process, dan ECPAT International untuk menyelenggarakan dialog tematik yang membahas perdagangan orang di negara-negara ASEAN. Dialog tersebut memberikan ruang bagi lebih dari 40 praktisi dari berbagai latar belakang untuk berbagi praktik terbaik dan tantangan bersama dalam melawan perdagangan orang, terutama dalam identifikasi, perlindungan, dan reintegrasi korban.
Perlu Komitmen Lebih Lanjut
Komitmen dan kolaborasi skala besar sangat penting dalam mengakhiri pelanggaran HAM. Dalam KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, para pemimpin negara-negara ASEAN berjanji untuk mengakhiri perdagangan orang yang disebabkan oleh penyalahgunaan teknologi. Komitmen dan kemitraan regional seperti PROSPEK ASEAN-USAID diharapkan dapat membuahkan hasil dalam upaya mengakhiri perdagangan orang. Dalam hal ini, pemantauan, evaluasi, dan kemajuan yang berkesinambungan tentu sangat diperlukan untuk membuat perubahan yang bermakna di mana tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan