Goa Roadmap: Bagaimana Pariwisata Dapat Percepat Pencapaian SDGs
Rumah Ibadah Bahá'í di New Delhi, India. | Photo: Brijender Dua di Unsplash.
Pariwisata tak hanya sekadar tentang bersantai dan berfoto-foto. Sektor ini merupakan salah satu pendorong utama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sebagai bagian dari Presidensi G20 India, Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) mengembangkan Goa Roadmap (Peta Jalan Goa) untuk mendorong pariwisata sebagai kendaraan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Goa Roadmap
Industri pariwisata mencakup beberapa aspek kunci pembangunan berkelanjutan, seperti pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, penggunaan sumber daya lingkungan, dan budaya. Di beberapa negara, sektor pariwisata berkontribusi secara signifikan terhadap PDB dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang. Sayangnya, praktik pariwisata yang tidak berkelanjutan masih terjadi di berbagai tempat dan bahkan dianggap lazim. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah industri pariwisata berkelanjutan yang berkembang tanpa merugikan manusia dan Bumi.
Goa Roadmap diperkenalkan dalam Pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata dan Pertemuan Menteri G20 yang digelar di Goa, India, pada 19-22 Juni 2023. Peta jalan ini bertujuan untuk mendukung “masa depan yang lebih aman, lebih sehat, lebih berkelanjutan, dan adil untuk semua” dalam tema ‘Vasudhaiva Kutumbakam’ atau ‘Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan.’ Dengan tema tersebut, Presidensi India mengakui dan menegaskan kembali keterkaitan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme dengan Bumi.
Lima Prioritas
Goa Roadmap dibangun di atas karya-karya dari Presidensi G20 sebelumnya. Peta jalan ini dirancang secara kolaboratif bersama organisasi internasional dan regional di bawah Kelompok Kerja Pariwisata G20 Presidensi India, termasuk Bank Pembangunan Asia (ADB), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).
Peta jalan tersebut menguraikan lima prioritas utama untuk menciptakan industri pariwisata yang berkelanjutan:
- Pariwisata hijau – membangun sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan, bertanggung jawab, dan tangguh.
- Digitalisasi – mempromosikan daya saing, inklusi, dan keberlanjutan di sektor pariwisata.
- Keterampilan – memberdayakan kaum muda dengan keterampilan pekerjaan dan kewirausahaan di sektor pariwisata.
- Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pariwisata –menggencarkan inovasi dan dinamisme di sektor pariwisata dengan UMKM.
- Manajemen destinasi – memikirkan kembali manajemen strategis destinasi menuju pendekatan holistik yang sesuai SDGs.
Selain itu, dokumen peta jalan tersebut juga mengidentifikasi pendukung utama, tujuan, peluang, tindakan yang direkomendasikan, dan studi kasus untuk memberikan pedoman yang jelas dan dapat diadaptasi untuk India dan negara-negara lain.
Kolaborasi untuk Mencapai SDGs
Diperlukan komitmen tulus dan rencana yang kuat dari semua pelaku industri dalam memanfaatkan potensi pariwisata untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan. Bagaimanapun, kolaborasi multi-stakeholder adalah ruh pembangunan berkelanjutan.
Oleh karena itu, jalan menuju industri pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan memerlukan dukungan dari pemerintah, bisnis, organisasi, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam hal ini, keterlibatan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan sesuai dengan keadaan, kebutuhan, dan prioritas masing-masing negara sangat penting untuk mempercepat pencapaian SDG.
Baca dokumen selengkapnya di sini.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan