Melestarikan Kawasan Lahan Basah Iran
Foto oleh Sara Cottle di Unsplash.
Lahan basah adalah wilayah daratan yang tertutup air atau terdapat badan air di sekitarnya. Lahan basah menyediakan ekosistem bagi tumbuhan dan hewan dan memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi manusia melalui pariwisata, pekerjaan, dan sebagai sumber air. Di Iran, merawat dan melestarikan lahan basah menjadi proyek berkelanjutan yang didukung oleh UNDP.
Kondisi lahan basah Iran
Iran adalah tempat di mana Konvensi Ramsar perihal lahan basah ditandatangani pada tahun 1971 untuk mengatasi keberlanjutan lahan basah. Salah satu hasil dari konvensi tersebut adalah daftar yang menunjukkan pentingnya lahan basah secara internasional di dunia, yakni daftar situs Ramsar.
Dari 141 lahan basah, Iran memasukkan 24 situs lahan basah utama dalam daftar tersebut. Sayangnya, meskipun menjadi tuan rumah konvensi lahan basah internasional, lahan basah Iran juga menurun hingga tingkat yang mengkhawatirkan.
“Hampir sepertiga mengering karena degradasi lingkungan, kekeringan, polusi, perubahan iklim, erosi pantai, dan faktor lingkungan lainnya yang merugikan,” kata Massoud Ghorbani, seorang aktivis lingkungan yang berbasis di Teheran, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Konservasi Lahan Basah Iran
Pemerintah Iran, UNDP, dan Fasilitas Lingkungan Global (GEF) meluncurkan Proyek Konservasi Lahan Basah Iran/Conservation of Iranian Wetlands Project (CIWP) pada tahun 2005 untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan keberlanjutan lahan basah Iran. Proyek ini berhasil pada tahun 2013 dengan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan lahan basah, peningkatan keberlanjutan dalam sistem kawasan lahan basah lindung (wetland protected areas/WPA), dan koordinasi yang lebih kuat dalam mengelola WPA.
Menyusul keberhasilan CIWP, Departemen Lingkungan Iran dan UNDP memulai proyek peningkatan pada tahun 2014. Dalam proyek ini, pemerintah Jepang juga ikut bekerja sama dalam proses restorasi Danau Urmia. Tahun ini menandai selesainya proyek tersebut, dengan pencapaian sebagai berikut:
- Menghemat lebih dari 25% air untuk irigasi.
- Mengurangi lebih dari 55% penggunaan pupuk kimia dan pestisida.
- Menghasilkan solusi dan pekerjaan yang berkelanjutan untuk mengurangi tekanan pada sumber daya air dan memberdayakan perempuan lokal secara ekonomi.
- Memulai kerja sama baru berdurasi tiga tahun antara DoE, Jepang, dan UNDP Iran untuk meningkatkan praktik yang berhasil ke percontohan tambahan di cekungan Danau Urmia dan dua lokasi replikasi baru, termasuk Lahan Basah Shadegan dan Bakhtegan.
Model konservasi lahan basah
Iran tentu bukan satu-satunya negara yang berjuang dengan keberlanjutan lahan basah. Oleh karena itu, memprakarsai dan meningkatkan proyek seperti CIWP diharapkan dapat menjadi model konservasi lahan basah yang dapat diterapkan di seluruh dunia. Tentu saja, hal tersebut memerlukan kemitraan multi-stakeholder antara negara, organisasi, dan semua pemangku kepentingan terkait untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan.
Editor & Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan