Pentingnya Regulasi Keberlanjutan dalam Industri Fesyen
Foto: Kitti Incédi di Unsplash.
Selama bertahun-tahun, industri fesyen telah diteliti atas dampak buruknya terhadap manusia dan planet Bumi. Limbah tekstil menumpuk di TPA, dan jutaan pekerja masih terjebak dalam kondisi kerja yang berbahaya. Seiring dengan perubahan arah dunia menuju keberlanjutan, para pelaku industri fesyen juga harus mengikuti hal yang sama. Laporan State of Fashion 2024 menekankan bahwa regulasi keberlanjutan dalam industri fesyen merupakan salah satu instrumen paling penting untuk mendorong perubahan ini.
Regulasi Keberlanjutan dalam Industri Fesyen
Industri fesyen termasuk salah satu sektor penyerap air terbesar. Untuk membuat satu celana jins saja, dibutuhkan 3.781 liter air. Pencelupan dan pengolahan kain menyumbang sekitar 20% air limbah di seluruh dunia. Selain itu, industri fesyen bertanggung jawab atas 10% emisi karbon global tahunan. Singkatnya, industri ini memerlukan sumber daya yang besar dan menghasilkan banyak kelebihan.
Regulasi menjadi penting untuk meminimalkan dampak berbahaya dari industri fesyen. Dalam laporan State of Fashion 2024, regulasi keberlanjutan dicantumkan sebagai salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku industri ke depan. Namun, selain self-regulation yang dilakukan perusahaan, industri ini juga sedang mempertimbangkan untuk membuat regulasi di tingkat internasional, regional, dan nasional.
Misalnya, Uni Eropa mengesahkan Strategi Tekstil Berkelanjutan dan Sirkular pada Juni 2023. Strategi tersebut memuat 16 peraturan yang bertujuan untuk menciptakan industri fesyen yang menghormati lingkungan dan hak-hak sosial. Dampak peraturan ini melampaui batas Eropa hingga negara-negara Asia, yang memasok lebih dari 70% tekstil Uni Eropa. Peraturan serupa juga telah diusulkan dan diadopsi di negara lain, seperti Undang-Undang Keberlanjutan Fesyen dan Akuntabilitas Sosial di New York.
Perlu Transformasi Bisnis
Seiring perkembangan, dunia usaha harus mulai mengubah operasi mereka dan mengubah model bisnis mereka menuju keberlanjutan agar dapat mematuhi peraturan. Hal ini memerlukan pendekatan holistik yang mengatasi setiap bagian rantai nilai untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Laporan State of Fashion 2024 mengurai beberapa aspek penting dari pendekatan ini:
- Ketertelusuran: Memungkinkan data yang lebih transparan, andal, dan efisien untuk mencapai visibilitas lengkap rantai nilai merek fesyen.
- Pengadaan dan produksi: Dekarbonisasi rantai pasok hulu, sebagai penghasil emisi karbon utama dalam proses produksi, dengan inisiatif efisiensi energi dan transisi energi.
- Desain: Menciptakan desain baru yang berfokus pada umur pakai dan durabilitas dengan tetap memperhatikan kelestarian material dan desain kemasan.
- Limbah yang mencapai akhir siklus hidup: Menggabungkan model bisnis baru seperti penjualan kembali, penyewaan, dan perbaikan untuk meminimalkan produksi dan limbah serta mempercepat program daur ulang.
Mendorong perubahan ini bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, membentuk tim khusus yang berfokus pada keberlanjutan sangat penting untuk adaptasi. Selain itu, dukungan para eksekutif C-level merupakan faktor penting dalam mendorong perubahan nyata. Para pemimpin brand fesyen harus memperhatikan perkembangan regulasi seraya terus memperoleh pengetahuan baru dan mengidentifikasi peluang di masa depan.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan