Greening Education Partnership untuk Tingkatkan Pendidikan Keberlanjutan
Foto: Freepik.
Pendidikan merupakan bekal bagi kita untuk meraih kemakmuran. Pendidikan juga dapat menjadi alat ampuh untuk memberdayakan manusia dan membawa perubahan, termasuk dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Atas dasar itu, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) meluncurkan Greening Education Partnership (Kemitraan Pendidikan Hijau) untuk meningkatkan pendidikan keberlanjutan (sustainability education) di seluruh dunia.
Pendidikan Keberlanjutan
Pandemi COVID-19 telah menguak dan memperparah masalah di banyak sistem dan industri di seluruh dunia, termasuk dalam dunia pendidikan. Ketimpangan dalam sistem pendidikan yang ada selama ini mengakibatkan ketimpangan keterampilan di antara anak-anak dan remaja, kesenjangan digital, dan bahkan kekurangan guru di seluruh dunia. Oleh karena itu, transformasi pendidikan merupakan sebuah urgensi yang mutlak.
Dalam transformasi pendidikan, sangat penting untuk mengakui pendidikan sebagai katalisator dalam mengatasi isu perubahan iklim. Pendidikan keberlanjutan adalah soal bagaimana mengaktualisasikan potensi untuk berkontribusi serta membangun sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan tahan terhadap perubahan iklim.
Pada dasarnya, para siswa ingin belajar tentang berbagai hal, termasuk keberlanjutan (sustainability). Namun, UNESCO mengungkapkan bahwa hanya 30% guru sekolah dasar dan menengah yang merasa siap untuk mengajarkannya. Pendidikan keberlanjutan yang tepat dapat membekali guru dan peserta didik dengan “kompetensi kritis yang tidak hanya mencakup pengetahuan tetapi juga kesadaran dan tindakan sosial dan emosional, termasuk pemikiran kritis dan kolaborasi.”
Greening Education Partnership
Greening Education Partnership adalah program terbuka dan inklusif dari UNESCO yang bertujuan untuk membekali setiap siswa dengan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap untuk mengatasi perubahan iklim dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan ini mengajak negara-negara anggota PBB, organisasi, dan institusi untuk melakukan tindakan-tindakan kolaboratif, terkoordinasi, dan komprehensif dalam pendidikan keberlanjutan. Per Mei 2023, kemitraan ini melibatkan lebih dari 600 organisasi dan 52 negara anggota PBB.
Greening Education Partnership memiliki empat pilar utama, yakni:
- Sekolah Hijau – untuk mencapai akreditasi sekolah hijau dan membuat sekolah beroperasi secara berkelanjutan dari pendidikan anak usia dini hingga dewasa, termasuk pelatihan guru dan lembaga pendidikan tinggi.
- Kurikulum Hijau – untuk mengintegrasikan pendidikan terkait iklim ke dalam kurikulum sekolah, pengembangan keterampilan di tempat kerja, pelatihan, dll., karena hanya sekitar setengah dari 100 negara yang memasukkan perubahan iklim ke dalam kurikulum.
- Kapasitas Pelatihan Guru dan Sistem Pendidikan Hijau – untuk mendukung pendidik dan pembuat kebijakan dalam pendidikan terkait iklim dan keberlanjutan melalui pelatihan untuk guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan utama dalam pendidikan.
- Komunitas Hijau – untuk melibatkan seluruh masyarakat dalam pembelajaran seumur hidup tentang pendidikan iklim dan keberlanjutan di luar sistem pendidikan formal melalui pusat pembelajaran masyarakat.
Ajakan untuk Bergabung
Forum Dunia Pendidikan adalah pertemuan global terbesar para menteri pendidikan serta pemangku kepentingan utama dalam dunia pendidikan. Tahun 2023, forum ini diadakan di London pada bulan Mei, dan menjadi momentum untuk memobilisasi komitmen politik dan keterlibatan pemangku kepentingan. Dalam forum tersebut, UNESCO menyoroti Greening Education Partnership dan transformasi digital untuk meningkatkan pendidikan iklim dan keberlanjutan serta mengubah sistem pendidikan.
Pada akhirnya, perubahan besar dalam dunia pendidikan membutuhkan transformasi sistemik. Hal ini membutuhkan upaya yang kompleks dan masif dari semua aktor di sekolah dan sistem pendidikan lintas tingkatan, fungsi, dan batas.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest