Kamboja Jalin Kemitraan dengan PAGE untuk Dukung Transisi Ekonomi Hijau
Photo: Freepik.
Pembangunan berkelanjutan tidak boleh mengorbankan siapapun. Selama ini, negara-negara di dunia berupaya untuk mengejar kemajuan menuju sistem ekonomi yang adil dan inklusif. Baru-baru ini, Kamboja secara resmi menjalin kemitraan dengan program yang berafiliasi dengan PBB untuk mendukung transisi ekonomi hijau negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi Kamboja
Perekonomian Kamboja bertumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Antara 1998-2019, ekonomi Kamboja tumbuh rata-rata 7,7% per tahun, dengan ekspor garmen dan pariwisata sebagai kontributor utama. Setelah pulih dari pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi negara tersebut diproyeksikan mencapai 5,2% pada tahun 2023.
Namun, upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan aspek lain. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi harus inklusif secara sosial dan sadar lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Pada 12 Mei 2023, Kamboja secara resmi menjalin kemitraan dengan program Partnership for Action on Green Economy (PAGE/Kemitraan untuk Aksi Ekonomi Hijau) yang berafiliasi dengan PBB untuk mendukung transisi ekonomi hijau negara tersebut.
Kemitraan untuk Aksi Ekonomi Hijau (PAGE)
PAGE diluncurkan pada tahun 2013 untuk mendukung negara-negara membangun ekonomi berkelanjutan. Program kemitraan ini melibatkan lima badan PBB untuk membantu dan memimpin negara-negara mitra melalui pemberian saran kebijakan, penilaian, peningkatan kapasitas, dan output alat analisis.
Hingga Mei 2023, 22 negara telah bermitra dengan PAGE, termasuk Indonesia, India, dan Thailand. Kamboja bergabung dalam kemitraan tersebut pada Juni 2022 di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Dewan Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan. Sebelumnya, Kamboja telah menunjukkan upaya menuju ekonomi berkelanjutan dengan mengadopsi Rencana Strategis Nasional Pertumbuhan Hijau 2013-2030 pada tahun 2013 dan Strategi Jangka Panjang untuk Netralitas Karbon pada tahun 2021.
Program kemitraan PAGE akan berjalan selama lima tahun, termasuk fase awal enam bulan hingga satu tahun. Pada Oktober 2022, lima lembaga PAGE bertemu dengan perwakilan dari pemangku kepentingan terkait dalam misi awal untuk membahas tantangan dan peluang transformasi ekonomi hijau dan memastikan keterlibatan dan kepemilikan negara.
Transisi ekonomi hijau Kamboja
Partisipasi multipihak sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berarti. PAGE telah melakukan studi dengan Institut Sumber Daya Pembangunan Kamboja (CDRI) untuk memastikan keselarasan misinya dengan program Kamboja yang telah berjalan. Hasil studi akan menjadi panduan untuk implementasi PAGE di Kamboja.
PAGE diharapkan akan menghasilkan dukungan untuk transisi ekonomi hijau Kamboja. “Bergabung dengan kemitraan global ini akan meningkatkan upaya negara-negara dalam memobilisasi dukungan dalam hal pengetahuan dan keuangan yang baru dan maju untuk meningkatkan penerapan transisi ekonomi hijau inklusif di Kamboja yang akan mendorong peningkatan mata pencaharian masyarakat lokal,” kata H.E Paris Chuop, perwakilan Pemerintah Kerajaan Kamboja.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Menggeser Paradigma: Urgensi Reformasi Hukum Lingkungan di Indonesia
Mengulik Kemajuan Teknologi sebagai Pengganti Uji Coba pada Hewan
Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut