Malnutrisi di Pakistan dan Tantangan dalam Mengatasinya
Foto: Freepik.
Tubuh kita membutuhkan nutrisi yang cukup. Bagi anak-anak, jumlah nutrisi yang tepat pada waktu yang tepat sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan mereka. Sayangnya, sebagian besar keluarga di negara berpenghasilan rendah masih menghadapi hambatan dalam mengakses makanan sehat, termasuk di Pakistan. Karenanya, dibutuhkan intervensi yang serius untuk mengatasi malnutrisi di negara tersebut.
Malnutrisi di Pakistan
Malnutrisi merupakan kondisi di mana asupan energi dan nutrisi tidak seimbang. Malnutrisi mencakup kekurangan dan kelebihan nutrisi. Tiga kondisi malnutrisi paling umum adalah kurang gizi (wasting, stunting, underweight), malnutrisi terkait mikronutrien (kurang atau kelebihan vitamin dan mineral penting), dan kelebihan berat badan dan obesitas.
Malnutrisi berisiko tinggi bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan mereka. Kondisi ini mempengaruhi perkembangan mental, fisik, dan intelektual anak, merusak sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kemungkinan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan diabetes.
Di Pakistan, tingginya angka kekurangan gizi di kalangan anak-anak cukup memprihatinkan. Survei Gizi Nasional 2018 menyatakan bahwa empat dari sepuluh anak di bawah usia lima tahun di Pakistan mengalami stunting, sementara 17,7% menderita wasting. Pada saat yang sama, prevalensi kegemukan pada balita juga meningkat dari 5% pada tahun 2011 menjadi 9,5% pada tahun 2018.
Manajemen Berbasis Masyarakat untuk Malnutrisi Akut
Pada tahun 2010, Pakistan mengadopsi pedoman nasional untuk Manajemen Berbasis Masyarakat untuk Malnutrisi Akut (Community-based Management for Acute Malnutrition/CMAM), lalu meluncurkan versi perbaikannya pada tahun 2014. Pedoman ini terdiri dari empat komponen:
- Penjangkauan Masyarakat: mendeteksi dini kasus dan memaksimalisasi cakupan melalui jaringan komunitas dan penemuan kasus secara aktif.
- Program Pemberian Makanan Tambahan Tertarget (TFSP): memberikan ransum yang dapat dibawa pulang secara teratur untuk anak-anak dengan malnutrisi akut sedang dan ibu hamil dan menyusui dengan malnutrisi akut.
- Program Terapi Rawat Jalan (OTP): merawat anak dengan gizi buruk akut (SAM) tanpa komplikasi medis dengan Makanan Terapi Siap Pakai (RUTF) dan pengobatan rutin di rumah dengan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan.
- Pusat Stabilisasi (SC): merawat anak-anak dengan malnutrisi akut yang parah (Severe acute malnutrition/SAM) dan komplikasi medis sebagai pasien rawat inap di Pusat Stabilisasi.
Implementasi CMAM membuahkan hasil dalam mengatasi malnutrisi di Pakistan. Studi menemukan bahwa CMAM adalah pendekatan yang relevan dan efektif untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan pemulihan. Namun, perbaikan masih diperlukan. Peneliti dari Universitas Lahore Garrison Pakistan baru-baru ini mengidentifikasi tantangan dalam penerapan CMAM di Punjab. Tantangannya termasuk kebutuhan untuk lebih meningkatkan kesadaran tentang gizi di antara anggota masyarakat, pendanaan yang tidak memadai, dan hambatan budaya.
Mengatasi hambatan
Pendek kata, malnutrisi merupakan keadaan darurat global. Oleh karena itu, mengatasi malnutrisi di Pakistan memerlukan upaya terus menerus dari badan pemerintah, penyedia layanan kesehatan, organisasi terkait, dan masyarakat untuk memaksimalkan efektivitas protokol kesehatan yang ada dan menemukan tindakan lain bila diperlukan.
Berdasarkan implementasi CMAM di Pakistan, studi ini menawarkan beberapa rekomendasi untuk mengatasi hambatan, beberapa di antaranya adalah:
- Meningkatkan manajemen data, sistem pemantauan, dan manajemen stok RUTF
- Memberikan keterampilan dasar penyedia layanan kesehatan melalui pelatihan kepada staf baru
- Mengadakan dan menyediakan semua peralatan dan persediaan yang hilang
- Memastikan ketersediaan dan tampilan protokol perawatan standar
- Menyediakan alat tulis pelaporan dan pencatatan standar
- Menstimulasi kegiatan sensitisasi untuk kesadaran gizi buruk berbasis komunitas
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan