Memperkuat Tata Kelola Air Lintas Batas dengan Inisiatif BRIDGE
Foto: Dan Roizer di Unsplash.
Kita semua membutuhkan air untuk hidup. Namun, kelangkaan air terjadi di banyak belahan dunia. Oleh karena itu, tata kelola yang baik sangat penting bagi penggunaan sumber daya air yang berkelanjutan dan efisien secara global. Terkait hal ini, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) berupaya memperkuat tata kelola air melalui inisiatif BRIDGE (Building River Dialogue and Governance).
Apa itu Tata Kelola Air?
Tata kelola air mengacu pada kerangka kerja, proses pengambilan keputusan, dan implementasi kebijakan penggunaan dan pengelolaan sumber daya air. Hal ini melibatkan pemerintah di semua tingkatan, anggota parlemen, sektor swasta, organisasi, dan masyarakat sebagai aktor utama.
Tata kelola air yang efektif memainkan peran penting dalam menetapkan peraturan dan kebijakan yang mengatur penggunaan air yang inklusif dan adil untuk memenuhi kebutuhan manusia dan seluruh makhluk hidup. Selain itu, tata kelola air juga merupakan instrumen kunci dalam mengatasi kelangkaan air dan tantangan terkait air lainnya serta mendorong kebijakan air yang berkelanjutan.
Menurut OECD, ada tiga dimensi tata kelola air, yaitu:
- Efektivitas dalam mendefinisikan, menerapkan, dan mencapai target kebijakan air yang berkelanjutan.
- Efisiensi dalam memaksimalkan manfaat pengelolaan air yang berkelanjutan dan meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan dan sosial.
- Kepercayaan dan keterlibatan dalam membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan inklusivitas pemangku kepentingan dalam pengelolaan air.
Inisiatif BRIDGE oleh IUCN
Lebih dari 300 daerah aliran sungai dan danau di seluruh dunia melintasi batas negara. Negara-negara yang berbagi sumber air ini harus membangun hubungan kerja sama untuk menjamin perdamaian, keamanan air, pembangunan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Namun, PBB mencatat bahwa pada tahun 2022, sekitar 60% wilayah sungai lintas batas tidak memiliki pengaturan kerja sama. Sementara itu, perjanjian-perjanjian yang ada dinilai lemah dalam implementasinya.
Diluncurkan pada tahun 2011, inisiatif BRIDGE dari IUCN bertujuan untuk membangun dialog, kerja sama, dan tata kelola di wilayah sungai lintas batas di seluruh dunia. Inisiatif ini beroperasi pada tingkat nasional dan internasional di Asia, Afrika, dan Amerika berdasarkan proses strategis:
- Memanfaatkan demonstrasi dan mengoperasionalkan kerja sama di wilayah sungai melalui aksi bersama.
- Memfasilitasi pembelajaran melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi berbagai pemangku kepentingan di berbagai skala.
- Membina dialog untuk membangun konsensus melalui aksi demonstrasi dan pembelajaran.
- Melaksanakan program kepemimpinan untuk memberdayakan aktor-aktor kunci dalam pengelolaan air.
- Memberikan saran, dukungan, dan bantuan teknis.
Di Asia Tenggara, inisiatif BRIDGE telah mendukung dan memobilisasi tata kelola air lintas batas dan dialog di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sesan, Sre Pok, dan Sekong (3S) yang mengalir melalui Kamboja, Laos, dan Vietnam. Inisiatif ini memfasilitasi beberapa dialog regional untuk menilai Perjanjian Sungai Mekong yang ditandatangani oleh negara-negara terkait pada tahun 1995 dan peluang lain untuk kerangka hukum yang lebih kuat. Selain itu, BRIDGE juga membentuk Nexus Air, Energi, Pangan, dan Ekosistem (WEFE) di wilayah sungai 3S sebagai landasan bagi pendekatan yang lebih terintegrasi terhadap pengelolaan sumber daya alam di wilayah sungai.
“Tata kelola air, meski sering dibicarakan, bukan hanya persoalan pemerintah saja. Tata kelola air membutuhkan pendekatan multi-level di mana organisasi masyarakat sipil memainkan peran kunci,” kata Vishwa Ranjan Sinhan, Pejabat Program Air IUCN Asia.
Akses Air yang Adil untuk Semua
Banyak sumber daya di Bumi ini yang bersifat terbatas dan akan habis suatu saat nanti. Karena kita berbagi ruang ini dengan sesama manusia dan makhluk hidup lainnya, menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan setiap orang memiliki akses terhadap sumber daya tersebut untuk generasi mendatang, termasuk air, tanpa menimbulkan biaya lingkungan. Tata kelola air yang efektif dan efisien sangat penting untuk memastikan tujuan di atas tercapai dan mendukung kemajuan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif BRIDGE IUCN menjadi contoh tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh organisasi terkait untuk mempromosikan tata kelola air, memperkuat perdamaian, dan menciptakan dunia di mana tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan