Laos Manfaatkan Analisis Data Geospasial untuk Perluas Akses Layanan Kesehatan
Foto: Freepik.
Mencapai cakupan kesehatan semesta (universal healthcare coverage/UHC) memerlukan perluasan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Di Laos, teknologi dan data geospasial digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan primer.
Data Geospasial di Bidang Kesehatan
Kemajuan teknologi turut membantu kita belajar lebih banyak tentang kondisi masyarakat dan lingkungan. Salah satu contohnya adalah data geospasial yang diperoleh melalui citra satelit, data telepon seluler, dan informasi cuaca. Data ini mendukung pengelolaan lingkungan, pemantauan keanekaragaman hayati, dan kesiapsiagaan bencana.
Di sektor kesehatan, data geospasial juga memainkan peran penting dalam menyediakan informasi kesehatan utama untuk mendukung berbagai program, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (GIS), sebuah sistem komputer yang menganalisis dan memetakan data geospasial, untuk memeriksa pola dan distribusi faktor risiko, mengidentifikasi, mencegah, dan mengendalikan penyakit, serta meningkatkan dampak intervensi kesehatan masyarakat.
Reformasi Kesehatan Laos
Salah satu contoh penerapan data geospasial di bidang layanan kesehatan dapat dilihat di Laos. Meskipun negara tersebut telah mengalami kemajuan dalam memperluas akses layanan kesehatan, kesenjangan masih tetap berlangsung antara penduduk perkotaan dan pedesaan. Misalnya, kesehatan ibu dan anak di daerah pedesaan dihadapkan pada permasalahan pola makan yang buruk dan kurangnya sumber daya manusia dalam sistem layanan kesehatan.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Laos telah menerapkan intervensi nasional di bawah Reformasi Sektor Kesehatan 2021-2030. Salah satu tujuannya adalah memperluas akses layanan kesehatan primer. Dengan dukungan WHO, Laos memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memetakan data mengenai status demografi dan sosial-ekonomi, lokasi fasilitas kesehatan, penggunaan layanan kesehatan, dan sumber daya manusia yang tersedia untuk kesehatan.
Pada awalnya, proyek percontohan dikerjakan di dua provinsi untuk mengidentifikasi data penting guna menentukan fasilitas kesehatan mana yang memerlukan investasi, penutupan, atau penggunaan kembali. Data tersebut juga digunakan untuk merencanakan dan mendistribusikan kembali tenaga kesehatan ke fasilitas yang membutuhkan. Selanjutnya, workshop dan pelatihan digelar untuk memandu para tenaga kesehatan di 17 provinsi dalam menganalisis dan berkonsultasi lebih lanjut mengenai temuan-temuan tersebut.
Selain data kesehatan, teknologi dan data geospasial juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi hambatan infrastruktur, seperti jaringan jalan dan perairan, yang menghambat akses terhadap fasilitas kesehatan.
“Laos akan menggunakan analisis geospasial untuk mendorong pengambilan keputusan mengenai hal-hal yang perlu ditingkatkan dan berinvestasi pada layanan kesehatan primer di seluruh daerah,” kata Dr. Bounserth Keoprasith, Direktur Jenderal Departemen Perencanaan dan Keuangan Kementerian Kesehatan Laos. “Ini berarti kita bisa lebih strategis dan tepat dalam memberikan dukungan yang lebih baik kepada masyarakat yang paling membutuhkan layanan kesehatan, sehingga dapat mendukung kita menuju pencapaian cakupan kesehatan semesta.”
Layanan Kesehatan untuk Semua
Cakupan kesehatan semesta termasuk dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Target 3.8. Oleh karena itu, pengembangan, pemanfaatan, dan penerapan teknologi yang bertanggung jawab dapat memberikan dukungan penting untuk mencapai tujuan ini. Partisipasi, kerja sama, dan kolaborasi antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil sangat penting dalam hal ini.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Menggeser Paradigma: Urgensi Reformasi Hukum Lingkungan di Indonesia
Mengulik Kemajuan Teknologi sebagai Pengganti Uji Coba pada Hewan
Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut