Vietnam Libatkan Pekerja Informal Sektor Sampah ke dalam Sistem Pengelolaan Sampah
Foto: Mumtahina Tanni di Pexels.
Jika ada di antara pihak-pihak yang paling berjasa dalam mengurus sampah kita, pekerja sampah informal adalah salah satunya. Namun sayangnya, di berbagai belahan dunia, peran mereka seringkali diabaikan dan tidak dihargai. Di Vietnam, berbagai upaya tengah dilakukan untuk mendukung peran pekerja informal sektor sampah, salah satunya dengan melibatkan mereka ke dalam mekanisme Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (Extended Producer Responsibility/EPR).
Pekerja Informal Sektor Sampah
Pekerja informal sektor sampah berperan dalam mengumpulkan, memilah, mendaur ulang, dan menjual sampah ke pusat pengumpulan dan penggabungan. Pada 2016, pekerja informal sektor sampah mengumpulkan sekitar 27 juta metrik ton sampah plastik dan mencegah sampah-sampah tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah (TPA) atau laut.
Namun ironisnya, kesejahteraan dan kesehatan mereka masih sering terabaikan di banyak tempat. Setiap hari, mereka bersentuhan dengan asap dan bahan-bahan kimia beracun, dan biasanya tanpa mengenakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya yang memadai. Akibatnya, mereka sangat rentan terhadap infeksi, gangguan muskuloskeletal, dan penyakit parah lainnya seperti kanker.
Selain itu, status mereka sebagai pekerja informal membuat mereka tak memiliki upah yang tetap, apalagi jaminan pendapatan dan tunjangan perlindungan sosial. Stigma masyarakat yang menganggap mereka ‘kotor’ semakin menambah kerentanan mereka. Oleh karena itu, mengakui dan mengintegrasikan peran mereka ke dalam pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi sangat penting, dan itulah yang tengah diupayakan oleh Vietnam.
Kemitraan Aksi Plastik Nasional Vietnam
Vietnam termasuk salah satu kontributor sampah plastik terbesar di dunia, menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah plastik setiap harinya. Untuk mengatasi masalah sampah yang terus meningkat, Vietnam meluncurkan Kemitraan Aksi Plastik Nasional (National Plastic Action Partnership/NPAP) pada tahun 2020.
NPAP bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pelaku utama lainnya dalam aksi plastik. Inti dari platform ini adalah promosi dan pengakuan peran pekerja informal dalam pengelolaan sampah, karena mereka berjasa dalam mengelola sebagian besar sampah di Vietnam.
Pada tahun 2024, Satgas Gender dan Inklusi Sosial NPAP bekerja sama dengan UNDP Vietnam dan IUCN Vietnam untuk mengadakan pertemuan yang membahas tindakan yang diperlukan untuk mengurangi sampah plastik. Salah satunya tentang bagaimana mengintegrasikan pekerja informal sektor sampah ke dalam implementasi Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (EPR).
Mekanisme EPR yang diamanatkan pemerintah Vietnam menuntut akuntabilitas yang lebih tinggi dari bisnis atas sampah mereka. Meskipun hal ini mendorong partisipasi bisnis, pekerja informal di sektor sampah dapat terpengaruh secara signifikan karena bisnis dapat mengambil alih tugas mereka dalam mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang sampah. Oleh karena itu, mengintegrasikan peran mereka ke dalam mekanisme EPR sangat penting, baik untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan mereka maupun untuk memajukan sistem pengelolaan sampah di negara tersebut.
“EPR bukan hanya tentang tanggung jawab produsen terhadap tingkat daur ulang, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap orang-orang di seluruh rantai nilai sampah, dan khususnya pekerja informal di sektor sampah, yang mata pencahariannya bergantung pada pengumpulan sampah,” kata Ibu Ramla Khalidi, Perwakilan Tetap UNDP Vietnam.
Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah
UNEP memperkirakan bahwa pada tahun 2050, produksi sampah tahunan global akan mencapai 3,8 miliar ton. Jika tidak dikelola, sampah akan menyebabkan kerugian besar bagi manusia dan Bumi dalam berbagai bentuk, mulai dari polusi hingga masalah kesehatan.
Oleh karena itu, kolaborasi dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan sangat penting. Mengakui peran pekerja informal, meningkatkan kondisi kerja, memastikan upah yang adil dan jaring pengamanan sosial, serta melakukan upaya untuk mengurangi sampah merupakan hal-hal yang penting untuk mempromosikan, mengintegrasikan, dan menjaga pengelolaan sampah para pekerja informal.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan