Ancaman dalam Migrasi Paus dan Upaya Konservasinya
Foto oleh Will Turner di Unsplash
Lautan cukup luas bagi penghuni terbesarnya, paus, untuk secara teratur pindah mencari tempat yang lebih baik untuk makan dan berkembang biak. Dalam masa hidupnya, paus banyak bermigrasi. Namun saat ini, migrasi paus semakin sulit dan berbahaya akibat penangkapan ikan yang berlebihan dan perubahan iklim.
Koridor biru untuk migrasi paus
Paus umumnya bermigrasi setiap beberapa periode sekali. Sebagian bermigrasi menuruti musim; sebagian lainnya bermigrasi sepanjang tahun. Awal tahun ini, WWF menerbitkan laporan Protecting Blue Corridors yang memerinci perilaku paus dan ancaman yang mereka hadapi dalam bermigrasi, serta bagaimana kita dapat membantu melindungi mereka.
Laporan tersebut memetakan jalur migrasi paus melalui tampilan satelit, memerinci delapan spesies, termasuk paus kanan Atlantik Utara yang terancam punah. Peta tersebut menunjukkan pola migrasi tiap-tiap spesies paus dan karakteristik habitat mereka.
Ancaman bagi migrasi paus
Peta tersebut memudahkan untuk mengidentifikasi ancaman dalam migrasi paus. Laporan tersebut menemukan ancaman berikut:
- Perubahan iklim
Suhu laut yang memanas menyebabkan terganggunya perilaku migrasi paus. Gunung es yang mencair menyebabkan habitat mereka kurang aman dan berkurangnya perlindungan dari pemangsa.
- Penangkapan Ikan
Terjerat dalam alat tangkap yang ditinggalkan adalah ancaman terbesar bagi paus dan lumba-lumba. Penangkapan ikan yang berlebihan juga berkontribusi terhadap penurunan sumber makanan mereka.
- Pengiriman dengan kapal
Lalu lintas kapal pengiriman yang tinggi meningkatkan kemungkinan kematian akibat tabrakan dengan paus.
- Polusi
Limbah kimia beracun dan plastik membahayakan paus jika termakan. Selain itu, kebisingan bawah laut akibat berbagai aktivitas manusia mengganggu kehidupan paus.
- Eksplorasi lepas pantai, eksploitasi mineral, dan pengembangan pesisir
Aktivitas tersebut mengganggu kehidupan paus, termasuk polusi, mangsa beracun, hilangnya habitat, degradasi, dan eksploitasi.
- Penangkapan paus
Perburuan paus yang tidak diatur dan bersifat komersial masih terjadi di berbagai belahan dunia.
Upaya perlindungan paus
Pada dasarnya, semua makhluk hidup, termasuk paus, berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak. Selain itu, setiap makhluk hidup berkontribusi terhadap keseimbangan ekosistem. Paus adalah indikator ekosistem laut yang sehat karena kemampuannya menyerap karbon dan menyuburkan fitoplankton—yang merupakan penghasil oksigen—melalui kotorannya.
Laporan tersebut menyerukan organisasi, pembuat kebijakan, dan pemerintah di seluruh dunia agar mengambil tindakan untuk melindungi paus. Ada tiga hal penting yang diusulkan:
- Mengembangkan rencana dan strategi konservasi berbasis sains yang melibatkan para ahli dalam merumuskan solusi berbasis bukti.
- Mengkoordinasikan pendekatan dan upaya antara para pemimpin global dan regional untuk melindungi paus dari ancaman melalui berbagai yurisdiksi.
- Memastikan semua pemangku kepentingan ikut andil dalam tindakan konservasi, terutama melalui peningkatan kerja sama dan pengambilan keputusan bersama.
Pada akhirnya, melindungi kehidupan paus, dan juga setiap makhluk hidup di bumi, adalah tanggung jawab bersama semua orang. Bekerja sama untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di darat dan di bawah laut berarti kita bergerak maju menuju keberlanjutan.
Editor & Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan