Kesiapan Singapura untuk Gunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan
Foto: Shawnanggg di Unsplash.
Penerbangan telah menjadi elemen kunci yang menghubungkan orang-orang di seluruh dunia. Namun, dampak buruknya juga ada, yakni emisi gas rumah kaca. Di tengah perubahan iklim yang sedang berlangsung, industri penerbangan perlu melakukan transformasi dan dekarbonisasi. Terkait hal ini, Singapura telah menyelesaikan program percontohan untuk menguji kesiapan mereka dalam memasok dan mengadopsi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) untuk industri penerbangan yang lebih berkelanjutan.
Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan
Badan Energi Internasional mengungkap bahwa pada tahun 2022, industri penerbangan mengeluarkan 800 juta ton karbon atau 2% dari emisi karbon terkait energi global.
Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) dapat mengurangi sekitar 65% emisi. Permintaan SAF semakin meningkat dan beberapa negara telah mulai mengembangkan dan mengadopsinya.
SAF adalah bahan bakar penerbangan terbarukan. SAF bisa dihasilkan dari limbah kehutanan dan pertanian, minyak jelantah, atau hidrogen hijau. Seluruh rantai nilai SAF, termasuk pengadaan dan produksi, tidak boleh merugikan aspek lingkungan atau sosial apa pun.
Program Percontohan SAF Singapura
Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), GenZero, dan Singapore Airlines (SIA) menjalankan program percontohan SAF selama 20 bulan pada bulan Februari 2022. Setelah selesai, Singapura menyatakan siap untuk memasok Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan, dan diperlukan lebih banyak dukungan untuk mengadopsinya.
Dalam hal kesiapan operasional, program percontohan tersebut menyimpulkan bahwa Bandara Changi tidak memerlukan modifikasi infrastruktur untuk penyebaran SAF yang aman. Proses end-to-end mencakup pengadaan, pencampuran SAF dengan bahan bakar jet konvensional di fasilitas lokal, sertifikasi keselamatan, dan pengiriman.
Selain itu, program percontohan tersebut menguji perolehan kredit SAF. Kredit SAF ini dihasilkan melalui platform tepercaya, yakni Book & Claim System oleh Roundtable on Sustainable Biomaterials (RSB).
CEO GenZero Frederick Teo menjelaskan, “Hal ini memungkinkan kami untuk mengembangkan metodologi dan proses yang diperlukan untuk menguji sejauh mana perusahaan bersedia mengimbangi emisi perjalanan mereka. Hal ini memberikan wawasan yang berguna tentang bagaimana kita dapat mengumpulkan pendanaan karbon tambahan untuk mengimbangi harga premium dan mendukung penerapan SAF.”
Menuju Industri Penerbangan Berkelanjutan
Dengan terjualnya sekitar dua pertiga dari 1.000 kredit yang dihasilkan, program percontohan tersebut menunjukkan cukupnya permintaan pasar akan SAF. Namun, diperlukan lebih banyak upaya untuk penerapan SAF dalam skala luas. Sosialisasi, edukasi, dan dukungan kebijakan dari pemerintah merupakan beberapa hal yang diperlukan untuk mendukung transisi menuju industri penerbangan berkelanjutan dengan SAF.
Pembelajaran dari program percontohan tersebut dapat membantu pengembangan Singapore Sustainable Air Hub Blueprint. Direktur Jenderal CAAS Han Kok Juan mengatakan, “CAAS sedang mengembangkan mekanisme offtake struktural untuk mendukung adopsi SAF. Hal ini turut mempertimbangkan perkembangan di belahan dunia lain, termasuk diskusi pada Konferensi Penerbangan dan Bahan Bakar Alternatif ketiga Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang akan datang.”
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut