Laporan Keberlanjutan GoTo 2022: Upaya Mencapai Nol Emisi Karbon, Nol Sampah, dan Nol Hambatan
Foto: Website Resmi GoTo.
Laporan keberlanjutan memungkinkan bisnis dan institusi untuk membuktikan kepatuhan mereka terhadap nilai-nilai ESG (Lingkungan, Tata Kelola, dan Sosial). Laporan keberlanjutan menyuguhkan perkembangan terbaru dari para pemangku kepentingan perusahaan tentang perjalanan keberlanjutan mereka. Laporan Keberlanjutan GoTo 2022 memaparkan upaya perusahaan tersebut dalam mencapai Tiga Nol: Nol Emisi Karbon, Nol Limbah, dan Nol Hambatan.
Perjalanan Keberlanjutan GoTo
GoTo didirikan pada tahun 2021, menggabungkan Gojek (2010) dan Tokopedia (2009) untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih luas. Perusahaan ini menyediakan layanan transportasi, pengiriman makanan, logistik, lokapasar, layanan keuangan, dan lainnya. GoTo hadir di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan India.
Gojek membentuk Divisi Sustainability pada tahun 2020 untuk mendefinisikan, memprioritaskan, dan mengukur dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihasilkan secara lebih sistematis dan strategis. Sekarang, Divisi Sustainability berlaku untuk semua lini GoTo.
“Keberlanjutan perseroan dan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihasilkan menjadi kesatuan dan sama pentingnya. Inilah mengapa GoTo menilai langkah maju di bidang keberlanjutan dengan ketepatan dan prioritas strategis yang sama seperti yang kami lakukan untuk prioritas perseroan lainnya,” kata Tanah Sullivan, Head of Sustainability GoTo Group.
Laporan Keberlanjutan GoTo 2022
Dalam laporan keberlanjutan pertama yang diluncurkan pada 2021, Gojek mengumumkan komitmennya untuk mencapai Tiga Nol: Nol Emisi Karbon, Nol Sampah, dan Nol Hambatan. Sejak Desember 2022, peta jalan 2030 untuk mencapai tujuan tersebut ditampilkan di situs web GoTo dan terbuka untuk umum.


Menurut laporan tersebut, upaya GoTo pada tahun 2022 telah diakui oleh beberapa pihak eksternal, antara lain masuk dalam Daftar Top 10 Sustainability Leaders di Asia Pasifik dari Eco-Business untuk Tanah Sullivan dan Best Employer Award dari Glints untuk Kategori Diversity and Inclusion 2.0.
Laporan Keberlanjutan GoTo 2022 utamanya mengungkap bagaimana perusahaan ini melanjutkan upayanya untuk mencapai Tiga Nol. Laporan tersebut dikembangkan sesuai dengan standar Global Reporting Initiative (GRI) yang dilengkapi dengan Sustainability Accounting Standards Board (SASB). Laporan ini mencakup semua wilayah di mana GoTo beroperasi.
Nol Emisi
Laporan tersebut mencatat bahwa GoTo memulai langkah untuk menetapkan target Nol Emisi berbasis sains pada tahun 2022. Sementara itu, perusahaan sejauh ini menghitung emisinya menggunakan Protokol Gas Rumah Kaca. Pendekatan umum GoTo untuk tujuan ini adalah mengurangi dan mengimbangi sisa emisi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa upaya GoTo untuk mengurangi emisi dilakukan dengan meningkatkan efisiensi operasional dan menaikkan persentase energi terbarukan di kantor dan tempat kerja. Namun, menurut laporan tersebut, langkah utama GoTo untuk mengurangi emisi pada tahun 2022 adalah elektrifikasi.
Pada tahun 2021, perusahaan membentuk Electrum, yang bertujuan untuk memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) darat di Indonesia dan memberikan pilihan kualitas dan biaya yang kompetitif. Pada tahun 2022, GoTo sukses menyelesaikan uji coba model EV mereka.
Untuk mengimbangi emisi karbon, langkah utama GoTo adalah memobilisasi penggunanya. Lebih dari 600.000 pengguna Gojek memilih opsi carbon offset, GoGreener, sebagai opsi default untuk pesanan perjalanan dan pengiriman makanan mereka. Hasilnya, lebih dari 140.000 pohon ditanam dengan mempertimbangkan keanekaragaman hayati dan masyarakat setempat. Selain itu, donasi pengguna Tokopedia saat check-out digunakan untuk menanam 5.540 pohon.
Nol Sampah
Laporan Keberlanjutan GoTo 2022 mengungkap beberapa cara yang telah dicoba perusahaan dalam mengelola sampah. Perusahaan ini memulai program Dilayani Tokopedia dengan menjual dan menggunakan kembali kemasan karton daur ulang. Lebih dari 624 metrik ton kemasan karton didaur ulang menjadi pulp, dan lebih dari 24 metrik ton digunakan kembali sebagai bahan bantalan alternatif.
Di kantor dan tempat kerja, GoTo bermitra dengan Rapel Indonesia untuk pengelolaan limbah kantor. Menurut laporan tersebut, perusahaan telah mengurangi 2,45 metrik ton sampah dari kantor mereka agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dari September hingga Desember 2022.
Upaya menuju Nol Sampah yang paling mencolok bagi pengguna dapat dilihat di aplikasi Gojek untuk pesanan GoFood. Misalnya, setiap pesanan GoFood sekarang tidak lagi otomatis mendapatkan alat makan sekali pakai.
Selain itu, GoTo juga melibatkan mitra pedagangnya. Program seperti #DariAksiKecil dan Tokopedia Hijau menginformasikan, mengedukasi, dan mendorong pedagang untuk lebih ramah lingkungan. Perusahaan memberikan panduan, artikel, workshop, dan sesi Instagram Live untuk memperkenalkan langkah-langkah kecil dan praktis yang dapat dilakukan pedagang untuk berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.
Nol Hambatan
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa GoTo membentuk fungsi Dampak Sosial, Keberagaman, dan Inklusi (Social Impact, Diversity, and Inclusion/SIDI) pada tahun 2022 untuk mengawasi upaya dan prioritas keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) perusahaan. Berikut metrik keberagaman GoTo pada tahun 2022.

Selain itu, aplikasi Gojek kini sudah sesuai dengan Pedoman Aksesibilitas Konten Web (Web Content Accessibility Guidelines/WCAG). Berikut beberapa langkah GoTo terkait aksesibilitas:
- Memperluas kelompok sumber daya untuk mitra pengemudi difabel guna menyediakan platform untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran, memberikan masukan berharga untuk pengembangan fitur platform, produk, atau layanan baru, serta mengurangi masalah atau keluhan.
- Mendistribusikan alat bantu komunikasi untuk mitra pengemudi dengan gangguan pendengaran, termasuk stiker untuk jaket dan helm, buku panduan, dan label kendaraan agar pengemudi dapat berkomunikasi dengan konsumen melalui bahasa isyarat selama perjalanan.
- Memperkenalkan fitur kontras warna yang sesuai dengan standar WCAG 2.0 pada tingkat AA pada semua aplikasi demi memastikan warna dan teks dalam aplikasi dapat dilihat oleh pengguna dengan gangguan penglihatan.
Baca Laporan Keberlanjutan GoTo 2022 selengkapnya di sini.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan