Pedoman Pengelolaan Tanah Berkelanjutan untuk Tanah yang Lebih Sehat
Foto: Elisabeth lies di Unsplash.
Tanah adalah elemen penunjang keberlangsungan hidup. Sebagai tempat tumbuhnya tanaman dan pepohonan, tanah menjadi aspek penting dalam pertanian dan ekosistem kita. Di tengah degradasi tanah yang terus berlanjut, pengelolaan tanah yang berkelanjutan menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanah di seluruh dunia.
Kondisi Tanah Dunia saat Ini
Tanah yang sehat akan mendukung tanaman untuk tumbuh dengan sehat. Selain itu, tanah yang sehat juga dapat menyimpan karbon dan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Namun, sekitar 33% tanah global mengalami degradasi pada tahun 2015—baik dalam kondisi sedang atau berat. Degradasi tanah dapat menyebabkan penurunan produksi pertanian, ketidakmampuan tanah untuk menyimpan karbon, dan kekurangan unsur hara.
Pengelolaan tanah yang berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan tanah dan mencegah degradasi lebih lanjut. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), pengelolaan tanah dapat disebut berkelanjutan jika “jasa pendukung, penyediaan, pengaturan, dan budaya yang disediakan oleh tanah dipertahankan atau ditingkatkan tanpa merusak fungsi tanah yang memungkinkan jasa-jasa tersebut maupun keanekaragaman hayati secara signifikan.” Dengan kata lain, pemanfaatan tanah untuk berbagai keperluan tidak boleh merusak kesehatan dan fungsi tanah.
Panduan Pengelolaan Tanah Berkelanjutan
Pada tahun 2017, FAO mengeluarkan pedoman untuk pengelolaan tanah berkelanjutan yang menyediakan prinsip-prinsip berbasis ilmu pengetahuan dan mempromosikan penerapan prinsip-prinsip tersebut kepada pemangku kepentingan terkait.
Pedoman tersebut berisi sepuluh prinsip teknis dan spesifik-konteks untuk mengatasi ancaman terhadap tanah dan meningkatkan pengelolaan tanah secara berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
- Meminimalkan erosi tanah
Erosi tanah yang disebabkan oleh air, angin, dan aktivitas manusia dapat menghilangkan unsur hara organik dan mineral dari lapisan permukaan tanah. Beberapa cara untuk meminimalkan erosi tanah antara lain menghindari alih fungsi lahan, mempertahankan tutupan tanaman, dan memasang sistem pemanenan air.
- Meningkatkan kandungan bahan organik tanah
Bahan organik tanah berperan penting dalam menjaga fungsi tanah, mencegah degradasi tanah, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Peningkatan kandungan bahan organik tanah dapat dilakukan dengan mengelola sisa tanaman, menerapkan pertanian organik, membuat kompos, dan menggunakan pupuk kandang atau limbah kaya karbon lainnya.
- Menumbuhkan keseimbangan dan siklus unsur hara tanah
Unsur hara yang tersimpan di dalam tanah berperan penting dalam nutrisi tanaman. Kekurangan unsur hara dapat menghambat perkembangan tanaman dan menurunkan nilai gizinya. Mengoptimalkan praktik konservasi tanah, menerapkan pupuk yang tepat, dan menambahkan unsur hara mikro tanah dapat membantu menjaga keseimbangan dan siklus unsur hara tanah.
- Mencegah, meminimalkan, dan mengurangi salinisasi dan alkalinisasi tanah
Salinisasi adalah akumulasi garam natrium, magnesium, dan kalsium yang larut dalam air di dalam tanah, yang dapat mengakibatkan penurunan hasil panen. Irigasi yang tepat sangat penting dalam aspek ini, sehingga perlu metode distribusi dan penerapan yang lebih baik.
- Mencegah dan meminimalkan kontaminasi tanah
Cara terbaik untuk menjaga kesehatan tanah dan keamanan pangan adalah dengan mencegah kontaminasi. Dalam hal ini, pemerintah perlu menetapkan batasan tingkat kontaminasi tanah untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Informasi mengenai penilaian dan identifikasi risiko tanah juga harus dipublikasikan untuk menghindari penggunaan tanah yang terkontaminasi untuk produksi pangan.
- Mencegah dan meminimalkan pengasaman tanah
Yang dimaksud dengan pengasaman tanah adalah penurunan pH tanah. Untuk mencegah ini terjadi, diperlukan pemantauan, penggunaan bahan organik yang seimbang, serta penggunaan jenis pupuk yang tepat dan seimbang.
- Melestarikan dan meningkatkan keanekaragaman hayati tanah
Organisme tanah, seperti cacing tanah, punya peran penting dalam menyehatkan ekosistem tanah. Oleh karena itu, pemantauan penggunaan pestisida, pemulihan keanekaragaman hayati tanaman, dan peningkatan kadar bahan organik tanah, merupakan hal-hal yang sangat dianjurkan.
- Minimalkan penyegelan tanah
Penyegelan tanah terjadi ketika material kedap air seperti bangunan, jalan, dan konstruksi lainnya menutupi tanah. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya fungsi tanah dan jasa ekosistem secara permanen. Dalam hal ini, peraturan untuk membatasi konversi lahan menjadi sangat penting.
- Mencegah dan mengurangi pemadatan tanah
Pemadatan tanah merupakan degradasi struktur tanah akibat tekanan yang ditimbulkan oleh injakan mesin dan ternak. Oleh karena itu, dalam penggunaan mesin dan kendaraan di lahan pertanian, jenis tanah dan kekuatannya harus diperhatikan untuk menghindari pemadatan.
- Memperbaiki pengelolaan air tanah
Terlalu banyak atau terlalu sedikit air tanah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Mengelola air tanah melalui sistem drainase dan irigasi yang baik merupakan hal yang penting untuk menjaga tingkat air tanah yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Adopsi oleh Semua Pemangku Kepentingan
Semua pemangku kepentingan, mulai dari organisasi besar dan perusahaan hingga petani skala kecil, didorong untuk mengadopsi, mempromosikan, dan menyebarkan pedoman pengelolaan tanah yang berkelanjutan demi tanah yang lebih sehat. Pedoman tersebut harus diterapkan secara inklusif, partisipatif, sensitif-gender, dan hemat biaya agar berkelanjutan. Pada akhirnya, menjaga kesehatan tanah melalui pengelolaan tanah berkelanjutan diharapkan dapat mendukung dan menjaga ketahanan pangan serta berkontribusi terhadap aksi iklim.
Baca panduan lengkapnya di sini.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan