C40 Danai Aksi Iklim Inklusif di Enam Kota
Foto: Markus Spiske di Unsplash.
Perubahan iklim menyebabkan dampak yang berbeda-beda bagi setiap orang. Mereka yang paling tidak bertanggung jawab atas perubahan iklim umumnya adalah mereka yang mengalami dampak paling buruk. Mirisnya lagi, mereka juga rentan ‘tertinggal’ dalam aksi dan kebijakan iklim. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, jaringan walikota sedunia (C40) mendanai enam kota untuk mempercepat proyek aksi iklim inklusif lokal.
Dana Kota Aksi Iklim Inklusif C40
C40 adalah jaringan walikota global yang berkomitmen untuk menggunakan pendekatan saintifik, inklusif, dan kolaboratif untuk mengatasi krisis iklim. C40 terdiri dari hampir 100 walikota anggota dengan berbagai program, pedoman, dan proyek pendanaan untuk membantu membangun masyarakat yang sehat, adil, dan tangguh.
Program Dana Kota Aksi Iklim Inklusif C40 (ICA) adalah salah satunya. Didukung oleh Open Society Foundations, program ini bertujuan untuk memfasilitasi aksi iklim inklusif di beberapa kota di dunia. Program ini membantu kota-kota untuk mengembangkan, menerapkan, dan memperkuat proyek iklim transformatif yang inklusif dan adil, dengan prinsip kesetaraan sebagai intinya.
Managing Director Inklusi dan Kepemimpinan Global C40 Caterina Sarfatti mengatakan, “Dengan meningkatnya biaya hidup dan ketidakadilan akibat kerusakan iklim, penduduk di seluruh dunia memiliki kebutuhan yang sangat besar akan lingkungan yang lebih sehat, adil, berkelanjutan, dan inklusif.”
“Dana Kota Aksi Iklim Inklusif C40 akan memberikan lebih banyak dukungan kepada kota-kota untuk mengimplementasikan proyek-proyek khusus yang menangani keadilan sosial dan kedaruratan iklim secara bersamaan,” kata Ketua C40 dan Walikota London, Sadiq Khan.
Gelombang Pertama
Dalam Pekan Aksi Iklim London, Sadiq Khan mengumumkan daftar penerima pertama pendanaan C40 ICA. Kota-kota yang dipilih untuk gelombang pertama adalah Quezon, Bogotá, Dar es Salaam, Los Angeles, Vancouver, dan Warsawa.
Setiap kota akan menerima hingga 60.000 USD untuk mengimplementasikan proyek mereka selama 12 bulan ke depan. Proyek-proyek tersebut harus mampu mengatasi hambatan sosial-ekonomi dalam aksi iklim dan kebutuhan semua orang, terutama kelompok rentan.
Berikut proyek yang akan dilaksanakan setiap kota:
- Quezon, Filipina: Membuat informasi tentang rencana aksi iklim yang lebih mudah diakses oleh semua orang, seperti membuat buku cerita interaktif untuk anak-anak difabel dan remaja lainnya.
- Bogotá, Kolombia: Melatih dan bekerja dengan La Rolita, sebuah armada bus listrik umum yang lebih dari separuh operatornya adalah perempuan.
- Dar es Salaam, Tanzania: Memberdayakan dan bekerja sama dengan masyarakat dan pekerja informal di sektor pengelolaan sampah organik.
- Los Angeles, AS: Membentuk Dewan Penasihat Pekerja untuk mendukung transisi yang adil dari bahan bakar fosil dan melibatkan komunitas garis depan.
- Vancouver, Kanada: Menyediakan dukungan berbiaya rendah dan minim hambatan bagi kelompok difabel untuk mengurangi dampak panas ekstrem dan asap kebakaran hutan.
- Warsawa, Polandia: Merenovasi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendukung penduduk yang kekurangan energi melalui proyek Retrofit Karbon-netral dan Terjangkau untuk Semua Orang yang Membutuhkan (CARE).
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia- Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan
Tantangan dan Peluang Penerapan Pajak Karbon di Indonesia
Meningkatnya Serangan dan Kekerasan terhadap Pembela Lingkungan dan Tanah
Menyoal Ketentuan Upah Minimum dan Tantangan Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja