Cerita di Tengah Krisis Iklim
Ilustrasi oleh Nazalea Kusuma
Manusia telah berbagi cerita sejak lama sekali. Cerita merupakan bagian penting dari kemanusiaan kita, memenuhi kebutuhan kita untuk merasakan, mengekspresikan, saling berbagi, menghibur, dan dihibur. Sepanjang sejarah, cerita mampu menggerakkan orang-orang–dan karenanya, kadang-kadang cerita menjadi ditakuti.
Cerita adalah produk sampingan dari kehidupan yang kita jalani, dan kehidupan kita saat ini dipenuhi dengan bahaya bencana perubahan iklim yang mengancam.
“Masa Depan Spekulatif di Tengah Krisis Iklim” adalah tema besar dari seri fiksi kilat yang dihadirkan oleh New Naratif. Ini adalah proyek penulisan kreatif yang melibatkan empat penulis di Asia Tenggara dan cerita-cerita mereka perihal nasib masa depan dalam kaitannya dengan krisis iklim yang terjadi.
New Naratif adalah platform jurnalisme dan media independen yang mengadvokasi demokrasi, kebebasan informasi, dan kebebasan berekspresi di Asia Tenggara. New Naratif merupakan perusahaan nirlaba yang diterbitkan oleh Observatory Southeast Asia.
Redaktur Deborah Augustin dan Minxi Chua mengungkapkan bahwa New Naratif mengundang para penulis di kawasan Asia Tenggara untuk mengajukan ide-ide fiksi kilat seputar tema tersebut pada Mei 2021.
“Kami memilih tema ini karena kami percaya bahwa membayangkan dunia yang lebih baik adalah langkah pertama untuk mewujudkannya,” kata Deborah dan Minxi dalam kolom Catatan Editor di New Naratif.
Naskah yang masuk kebanyakan berasal dari penulis-penulis muda dan bergairah di Asia Tenggara. Dalam proses seleksi untuk tahap akhir, editor mencari variasi dalam konsep dan wilayah yang diwakili. Pada akhirnya dipilih empat cerita pendek—sebagian suram, sebagian penuh harapan, namun semuanya sama pentingnya.
Proses publikasi sedang berjalan. Saat ini, sudah ada dua cerita yang diterbitkan. Cerpen berjudul ‘Flipside’ berasal dari Singapura; sedangkan cerpen ‘The Last Will and Testament of the Last Elder‘ berlatar di Indonesia. Cerpen-cerpen tersebut disertai dengan ilustrasi yang ekspresif, membuatnya semakin berdampak.
Cerita-cerita tersebut menjadi peringatan sekaligus mimpi yang penuh harapan terkait krisis iklim. Perubahan iklim adalah kenyataan hari ini, dan apa yang kita lakukan untuk membentuk masa depan kita masih menjadi hal yang belum tertuliskan.
Anda dapat menyimak serinya di sini.
Penerjemah: Abul Muamar
Untuk membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris, klik di sini.
Join Membership Green Network Asia – Indonesia
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan
Tantangan Orang Muda Perkotaan dalam Penerapan Praktik Keberlanjutan
Memperkuat Tata Kelola Risiko Bencana di Tingkat Lokal