Rencana Kirgistan untuk Keberlanjutan Gunung
Foto oleh Joel Heard di Unsplash
Sebagai salah satu sumber air paling vital dan rumah bagi banyak makhluk hidup dan komunitas adat, gunung sangatlah penting bagi kehidupan. Namun, seperti bentang alam lainnya, gunung juga tidak kebal dari dampak perubahan iklim.
PBB mendeklarasikan tahun 2022 sebagai Tahun Pembangunan Gunung Berkelanjutan Internasional. Inisiatif ini dipimpin oleh Kirgistan untuk mengusung diskusi tentang isu-isu terkait gunung bersama dewan PBB dan pemangku kepentingan lainnya.
Negara yang bergantung pada gunung
Kirgistan merupakan salah satu negara yang mata pencaharian rakyatnya bergantung pada gunung. Sebagian besar lanskapnya adalah pegunungan. Puncak gunung tertutup salju dan gletser, menjadikannya sumber air utama negara. Sisa permukaan ditutupi oleh padang rumput dan padang rumput dataran tinggi, yang mendukung aktivitas pertanian di negara tersebut.
Namun sayangnya, seperti di bagian dunia lainnya, pegunungan Kirgistan juga ikut terkena dampak kenaikan suhu bumi. Beberapa bagian pegunungan di negara itu menunjukkan penurunan produktivitas. Presiden Kirgistan, Sadyr Japarov, memprakarsai pengadopsian Tahun Pembangunan Gunung Berkelanjutan Internasional dalam Sidang Umum PBB ke-76 pada 2021 lalu.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak semua negara untuk memantau dengan cermat perkembangan gunung tahun ini. “Tahun Pembangunan Gunung Berkelanjutan Internasional 2022 adalah kesempatan untuk menempatkan keberlanjutan dan ketahanan ekosistem pegunungan dan masyarakat di jantung proses, kebijakan, dan investasi internasional dalam kerangka Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan,” imbuhnya.
Rencana aksi lima tahun
Sebagai bagian dari resolusi inisiatif tersebut, Misi Permanen Republik Kirgistan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mempresentasikan konsep keberlanjutan gunung pada 24 Mei 2022, di New York. Misi ini disebut “Lima Tahun Aksi untuk Pembangunan Wilayah Pegunungan”.
Rencana ini menyerukan langkah-langkah spesifik terkait gunung, mitigasi, dan strategi pembangunan berkelanjutan untuk mengatasi masalah khusus menyangkut gunung yang disebabkan oleh perubahan iklim. Selain itu, rencana tersebut juga menyerukan kerja sama internasional dalam mengangkat isu keberlanjutan gunung ke permukaan.
Presentasi tersebut dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan utama, yaitu Wakil Permanen Kelompok Persahabatan Negara-negara Pegunungan (the Group of Friends of Mountainous Countries), Negara Anggota PBB, dan perwakilan organisasi internasional utama. Rencana lima tahun tersebut akan dimulai pada 2022-2027 dan diusulkan untuk diadopsi pada Sidang Umum PBB ke-77.
Partisipasi multi-pemangku kepentingan
Rencana lima tahun Kirgistan perihal gunung mencakup aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan lingkungan. Oleh karena itu, partisipasi dari semua pemangku kepentingan terkait sangat penting demi keberhasilan rencana ini. Organisasi internasional dan nasional, pemerintah, bisnis, dan ilmuwan, diajak untuk bergandengan tangan dalam menciptakan kehidupan yang berkelanjutan untuk semua orang, di mana saja, tanpa kecuali.
Editor & Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan