Mendorong Penggunaan Kemasan Berkelanjutan bagi Konsumen dan Perusahaan
Foto: Peter Bond di Unsplash.
Saat ini, kita hidup di era polikrisis. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan dan menuntut hal tersebut dalam segala aspek, termasuk kemasan produk. Laporan Global Paper & Packaging yang diterbitkan oleh Bain & Company membagikan wawasan mengenai penggunaan kemasan berkelanjutan di tataran konsumen dan perusahaan saat ini.
Laporan Global Paper & Packaging
Laporan Global Paper & Packaging didasarkan pada riset pasar sekunder, analisis informasi keuangan yang tersedia, dan wawancara dengan pelaku industri. Menurut laporan tersebut, pada tahun 2022 terjadi peningkatan permintaan, harga, dan keuntungan untuk sektor kertas & kemasan. Kemudian, biaya produksi terus meningkat saat permintaan mulai menurun pada tahun 2023.
Meski begitu, pertumbuhan masih menanti di depan mata. Laporan tersebut menyampaikan bahwa sektor kemasan dapat tumbuh sebesar 21% dalam tiga tahun.
Sementara itu, industri kemasan semakin mendapat sorotan karena dampaknya terhadap lingkungan. Produksi kertas dan kemasan berdampak signifikan terhadap keanekaragaman hayati, terutama pengelolaan kehutanan dan penggunaan air. Penggunaan dan pembuangan kemasan secara besar-besaran juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, polusi, dan limbah.
Mendorong Pemakaian Kemasan Berkelanjutan
Laporan tersebut mencatat bahwa 71% konsumen di Amerika Serikat mengaku “ingin membeli produk dengan kemasan sesedikit mungkin”. Hal ini sejalan dengan riset pasar terbaru yang menemukan bahwa masyarakat bersedia membayar lebih untuk pilihan yang lebih berkelanjutan. Selain itu, peraturan mengenai kemasan, daur ulang, sirkularitas, dan plastik sekali pakai telah berlaku di berbagai belahan dunia.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa dorongan desakan untuk memakai kemasan berkelanjutan mulai mengubah operasional perusahaan. Jumlah perusahaan kertas & kemasan dengan target dekarbonisasi berbasis ilmu pengetahuan telah meningkat dari hanya lima pada tahun 2019 menjadi 164 pada tahun 2022.
Sayangnya, lebih dari 30% di antaranya gagal memenuhi target jangka pendek Cakupan 1 dan Cakupan 2. Sekitar 41% di antaranya tidak mencapai target Cakupan 3. Selain itu, hanya 22% perusahaan yang disurvei melaporkan penilaian dampak rantai nilai mereka terhadap keanekaragaman hayati, dan 31% baru mulai mengatasi penurunan keanekaragaman hayati.
Konsumen, Perusahaan, dan Regulator
Perusahaan yang berhasil dalam transformasi keberlanjutan memiliki rencana yang jelas dengan nilai-nilai keberlanjutan yang tertanam di seluruh organisasinya. Laporan ini menyoroti lima hal mendasar yang perlu diubah oleh perusahaan barang konsumen menuju sirkularitas kemasan: tolok ukur dan praktik terbaik, undang-undang, infrastruktur, konsumen dan pengecer, serta teknologi.
“Perusahaan-perusahaan terkemuka sedang mengkaji dampak lingkungan dari berbagai bahan dan mempertimbangkan seluruh siklus hidup—mulai dari ekstraksi sumber daya dan produksi hingga transportasi dan akhir masa pakai produk,” kata Ilkka Leppävuori, Global Head of Bain & Company’s Packaging Group.
Di sisi lain, meski konsumen semakin sadar akan isu keberlanjutan, banyak yang masih belum tahu apa yang harus dilakukan. Praktik greenwashing yang dilakukan perusahaan, kurangnya pendidikan masyarakat, harga yang mahal, minimnya akses dan inklusivitas, serta lemahnya peraturan, membuat masyarakat kesulitan untuk mengidentifikasi dan memilih opsi yang lebih berkelanjutan.
Singkatnya, transformasi menuju konsumsi dan produksi berkelanjutan memerlukan kontribusi dari seluruh pemangku kepentingan. Antara lain berupa peraturan yang tegas dan dukungan infrastruktur dari pemerintah, kepatuhan dan inovasi dari dunia usaha, dan perubahan perilaku dari konsumen.
Baca laporan selengkapnya di sini.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia- Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest