Menengok Program Baterai Komunitas di Australia
Community Battery di Mitchell Park, Narara, Australia. Sebuah karya seni instalasi berjudul ‘Travelling across Country’ karya Emma Peel. | Foto: Ausgrid.
Transisi menuju energi bersih dan terbarukan merupakan agenda prioritas dalam banyak rencana aksi iklim nasional di seluruh dunia. Seiring dengan semakin menjanjikannya sektor energi terbarukan, penyediaannya dalam skala besar dan terjangkau bagi semua orang menjadi penting. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan memanfaatkan BESS, yakni sistem penyimpanan energi baterai. Di Australia, instalasi baterai komunitas berupaya untuk memperkuat keamanan energi negara tersebut dan mempercepat transisi energi bersih untuk semua lapisan masyarakat.
Baterai Komunitas
Program baterai komunitas Australia merupakan kombinasi antara pembangkitan energi terbarukan (terutama tenaga surya) dengan BESS, sistem penyimpanan energi baterai. BESS menyimpan kelebihan listrik yang dihasilkan saat matahari bersinar dan terik, lalu melepaskannya saat dibutuhkan. Dengan demikian, selama musim dingin saat semua orang membutuhkan pemanas atau saat musim panas saat orang-orang menggunakan AC, jaringan listrik tetap siaga dan stabil.
Kapasitas satu pemasangan baterai komunitas dapat berkisar antara 30 kW hingga 1 MW. Program Baterai Komunitas untuk Tenaga Surya Rumah Tangga milik pemerintah Australia diluncurkan untuk memasang lebih dari 420 baterai di seluruh penjuru negara tersebut. Secara keseluruhan, baterai tersebut dapat menyediakan penyimpanan listrik untuk 100.000 rumah tangga.
Program ini kabarnya akan memperluas pembangkitan energi terbarukan di seluruh wilayah Australia, dengan meningkatkan keandalan jaringan listrik, mengurangi emisi, dan mengurangi biaya listrik bagi konsumen. Dengan demikian, setelah ditetapkan, program baterai komunitas akan menguntungkan semua lapisan warga, mulai dari rumah tangga, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga masyarakat terpencil.
Pendanaan dan Pemasangan
Pada Oktober 2022, Federal Budget Australia menyediakan $200 juta untuk program baterai komunitas. Dari jumlah tersebut, $171 juta dialokasikan untuk Badan Energi Terbarukan Australia (ARENA), dan sisanya diberikan kepada Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan, dan Air (DCCEEW).
Untuk putaran hibah pertama, ARENA menyetujui secara bersyarat hingga $143 juta pada Juni 2024 untuk peluncuran hingga 370 baterai komunitas. Putaran ini harus memiliki total kapasitas penyimpanan hingga 281 MWh. Salah satu penerima hibah putaran pertama adalah Kota Melbourne, dengan hibah $500 ribu untuk mendukung pemasangan baterai komunitas di Boyd Community Hub di Southbank. Lalu pada November 2024, ARENA meluncurkan putaran hibah kedua yang didistribusikan pada tahun 2025, dengan sedikitnya $28 juta.
Baterai komunitas adalah instalasi yang terlihat, sehingga beberapa baterai komunitas menggunakan karya seni untuk menyemarakkannya. Misalnya, baterai komunitas Melbourne diisi dengan karya seniman lokal Mysterious Al, Michael Fikaris, dan Amina Briggs.
Mewujudkan Transisi Energi yang Adil
Bagian krusial dari transisi energi adalah memastikan setiap orang dari generasi sekarang dan mendatang dapat merasakan manfaat energi bersih dan terbarukan. Dalam hal ini, upaya untuk membangun sistem energi berkelanjutan dalam skala besar yang dapat direplikasi dalam konteks lokal menjadi penting. Pasokan energi terbarukan yang lebih mudah diakses akan membuat biaya listrik menjadi lebih terjangkau bagi semua orang.
Namun, menjaga seluruh rantai nilai energi untuk menghindari eksploitasi bahan baku dan tenaga kerja yang merugikan juga merupakan prioritas. Pada akhirnya, transisi energi yang adil memerlukan pertimbangan yang cermat selama proses berlangsung, mulai dari perencanaan hingga pembuangan, untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua orang dan planet Bumi.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan