#WeGotThis Ajak Para Pemuda ASEAN untuk Semakin Terlibat dalam Pembangunan Berkelanjutan
Foto: #WeGotThis.
Mempertautkan pemuda dengan dunia digital merupakan strategi yang sedang marak diterapkan, termasuk dalam pembangunan berkelanjutan. Para pemuda memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan dengan memanfaatkan digitalisasi secara efektif dan bertanggung jawab. Terkait hal ini, WWF-Singapore dan Temasek Foundation telah meluncurkan tahun ketiga #WeGotThis, sebuah program yang mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan.
Mengenal Program #WeGotThis
Pada tanggal 15 Mei, WWF (World Wide Fund for Nature) Singapore meluncurkan program ketiga #WeGotThis bekerja sama dengan Temasek Foundation. Program yang dipimpin oleh para pemuda ini bertujuan untuk memberdayakan generasi pendukung keberlanjutan (sustainability) di media sosial dengan membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat.
Program ini melibatkan pemuda berusia 18 hingga 30 tahun. Sejak edisi pertama pada tahun 2021, #WeGotThis telah menginspirasi lebih dari 1.600 pemuda melalui kelas master dan kamp pelatihan untuk meluncurkan lebih dari 60 kampanye media sosial.
Jodie Teresa Monteiro, salah satu pemenang kampanye Kreatif Terbaik dari #WeGotThis Kelas 2022, mengatakan, “Pengalaman saya dengan #WeGotThis membantu saya menyadari bahwa ada begitu banyak aspek keberlanjutan yang perlu dijelajahi yang berpotensi menambah nilai lebih pada kampanye saya. Alih-alih hanya berfokus pada satu aspek keberlanjutan, program ini memperluas perspektif saya tentang berbagai masalah dan memungkinkan saya untuk memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana saya dapat menggunakan kampanye untuk mendorong dampak yang lebih besar dan lebih dalam.”
Program Penting
“Inisiatif #WeGotThis yang didesain ulang tahun ini diarahkan untuk memaksimalkan keterlibatan dan dampak, menawarkan aktivitas baru seperti #WeGotThis Fest dan klinik kampanye tatap muka,” kata R. Raghunathan, CEO WWF-Singapura.
Program ini terbuka untuk para pemuda ASEAN yang ingin menciptakan dampak dan mengadvokasi perubahan dalam keberlanjutan, dengan fokus pada ekonomi sirkular, net zero, keanekaragaman hayati, dan keuangan berkelanjutan. #WeGotThis 3.0 mencakup festival virtual, workshop tatap muka, dan mentoring.
- #WeGotThisFest (24-25 Juni) adalah rangkaian empat masterclass virtual tentang pengetahuan keberlanjutan, pemasaran digital & keterampilan praktis, advokasi keberlanjutan, dan pembangunan komunitas. Program ini terbuka untuk peserta dari seluruh dunia.
- Klinik Kampanye (1-3 September) adalah program tatap muka di Singapura untuk 90 pemuda ASEAN terpilih untuk mengembangkan kampanye media sosial mereka hingga 80% siap diluncurkan. Klinik ini akan mencakup pembahasan, diskusi kelompok, latihan ide, workshop, pengiriman & proposal harian, dan konsultasi pribadi dengan pakar industri tentang kelayakan kampanye.
- Program Inkubator (4 September – 10 November) adalah bimbingan selama 10 minggu dengan pakar industri yang bekerja secara berkelanjutan atau bersemangat tentang subjek tersebut. Peserta akan menerima saran dan bimbingan khusus, yang mengarah ke Peluncuran Kampanye dan Konsultasi Kampanye.
Keterlibatan Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan
Melalui siaran pers, R. Raghunathan mengatakan, “Melibatkan para pemuda untuk menjadi pemimpin keberlanjutan masa depan sangatlah penting, karena tindakan mereka hari ini akan membentuk dunia yang mereka warisi di kemudian hari.” Kini, para pemuda semakin terlibat dalam isu-isu pendidikan, pekerjaan yang layak, dan isu-isu pembangunan berkelanjutan lainnya. Keterlibatan pemuda yang bermakna dalam aktivisme dan advokasi keberlanjutan akan semakin kuat jika dilengkapi dengan keterampilan, pengetahuan, dan dorongan yang kuat untuk belajar dan berkolaborasi lintas sektor dan lintas batas.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut