COP28 Luncurkan Agenda Sistem Pangan dan Pertanian
Pemimpin Sistem Pangan COP28 Mariam Almheiri bicara di podium pada Momen Inventarisasi KTT Sistem Pangan. | Foto: Twitter.
Kita semua membutuhkan makanan. Namun, pemenuhan makanan tidaklah sederhana. Di tengah perubahan iklim dan berbagai krisis lainnya, sistem pangan dunia menghadapi sejumlah masalah, termasuk kenaikan harga pangan, kelaparan & kerawanan pangan, produksi pangan yang berbahaya, kehilangan & pemborosan pangan yang tak terhindarkan, dan emisi gas rumah kaca yang masif. Atas semua masalah itu, Presidensi UEA COP28 meluncurkan Agenda Sistem Pangan dan Pertanian untuk mendorong aksi iklim.
Kondisi Sistem Pangan Saat Ini
Sistem pangan sangatlah kompleks, mencakup jalinan kebutuhan (untuk bertahan hidup), peluang (untuk tindakan iklim), dan kerugian (karena produksi dan limbah yang tidak berkelanjutan). Menurut data terbaru, sistem pangan menyumbang 34% dari total emisi gas rumah kaca.
Sebagian besar produksi pangan berasal dari pertanian, yang memiliki dampak negatif terhadap planet ini. Praktik pertanian arus utama saat ini menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati, degradasi ekosistem, dan menyerap 70% air tawar.
Sementara itu, ketimpangan distribusi pangan menyebabkan kelaparan, kerawanan pangan, dan gangguan kesehatan akibat ketidakseimbangan gizi, seperti stunting dan obesitas. Laporan tahun 2021 menunjukkan bahwa sekitar 931 juta ton makanan mungkin telah terbuang sia-sia. Sementara itu, sekitar 258 juta orang di 58 negara dan wilayah menghadapi kerawanan pangan akut pada tahun 2022.
Sistem Pangan dan Agenda Pertanian
Agenda Sistem Pangan dan Pertanian COP28 diluncurkan pada 24 Juli 2023, hari pertama Momen Inventarisasi KTT Sistem Pangan PBB di Roma, Italia. Acara tersebut merupakan KTT Sistem Pangan PBB yang kedua, setelah yang pertama pada tahun 2021.
Pada peluncurannya, Pemimpin Sistem Pangan COP28 Mariam Almheiri meminta pemerintah dunia untuk menandatangani Deklarasi Pemimpin tentang Sistem Pangan, Pertanian, dan Aksi Iklim. Deklarasi tersebut mengajak mereka untuk menyelaraskan sistem pangan nasional dan strategi pertanian dengan rencana adaptasi iklim, target emisi, dan strategi pelestarian keanekaragaman hayati.
Agenda ini bertujuan untuk mempercepat inisiatif yang sudah ada, seperti AIM for Climate, CGIAR, dan Innovation Commission for Climate Change, Food Security, and Agriculture. Kepresidenan UEA COP28 juga akan mengidentifikasi investasi dalam inovasi berdampak tinggi, dengan fokus pada petani kecil dan komunitas serta produsen yang rentan terhadap iklim.
Intinya, Agenda Sistem Pangan dan Pertanian COP28 memiliki empat pilar utama. “Dengan memobilisasi kepemimpinan nasional, melibatkan aktor non-negara, meningkatkan inovasi, dan mengamankan pembiayaan, COP28 bertujuan mendorong perubahan transformatif untuk menjamin masa depan yang berkelanjutan untuk semua,” kata Mariam Almheiri.
Menuju COP28
Presidensi UEA COP28 juga meluncurkan inisiatif unggulan untuk mempromosikan “adopsi pertanian regeneratif yang luas di lanskap pangan besar yang didukung oleh komitmen pengadaan dan investasi.”
Seluruh peluncuran ini merupakan bagian dari langkah menuju COP28 UEA, yang memusatkan perhatian pada sistem pangan dan pertanian. Konferensi akan berlangsung pada 30 November hingga 12 Desember 2023 di Expo City, Dubai.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan