Laporan Khusus Leaders in Sustainability 2023: Wawasan dari Dunia Usaha dalam Pembangunan Berkelanjutan
Leaders in Sustainability Special Report 2023. | Foto: Irhan Prabasukma.
Dampak perubahan iklim sudah tidak dapat disangkal lagi, sehingga mendorong masyarakat untuk menyadari bahwa “business as usual” perlu diubah. Karena itu, masyarakat semakin sadar akan keberlanjutan dan pentingnya perombakan besar-besaran serta perubahan struktural di seluruh aspek kehidupan. Green Network Asia baru-baru ini menerbitkan Laporan Khusus Leaders in Sustainability 2023, yang berfokus pada peran dan tanggung jawab dunia usaha dalam pembangunan berkelanjutan.
Dunia Usaha dalam Pembangunan Berkelanjutan
Meskipun pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil memiliki peran masing-masing dalam keberlanjutan, namun tanggung jawabnya tidak sama. Founder & CEO Green Network Asia Marlis Afridah mengatakan, “Mengingat dunia usaha telah menjadi penyumbang terbesar praktik-praktik yang merugikan manusia dan planet Bumi, kami memutuskan untuk memfokuskan Laporan Khusus pertama kami pada dunia usaha untuk menyoroti tanggung jawab dan peran mereka dalam pembangunan berkelanjutan.”
Leaders in Sustainability Special Report 2023 merupakan serangkaian wawancara dengan 18 Chief Sustainability Officer—atau orang-orang dengan peran yang sepadan—di seluruh lanskap bisnis di seluruh dunia. Laporan Khusus ini bertujuan untuk menampilkan wawasan dari para pemimpin perusahaan mengenai upaya keberlanjutan organisasi mereka.
“Meskipun peran Chief Sustainability Officer (CSOs)—atau yang sepadan dengannya—tumbuh pesat secara global dalam beberapa tahun terakhir, tidak banyak organisasi yang siap berkomunikasi secara terbuka kepada publik mengenai komitmen, perjalanan, dan inisiatif keberlanjutan mereka. Melalui Laporan Khusus ini, kami mendorong keterbukaan, transparansi, dan keberanian dalam menunjukkan kerentanan, termasuk apa yang berhasil dan apa yang tidak, dalam upaya organisasi Anda menuju keberlanjutan,” kata Marlis.
Laporan Khusus Leaders in Sustainability 2023
Wawancara tersebut menawarkan pengalaman nyata dari para praktisi keberlanjutan di berbagai industri. Mereka juga berbagi wawasan dan saran untuk para pelaku bisnis lain dalam perjalanan keberlanjutan mereka. Beberapa di antaranya adalah:
- Anda tidak dapat bertindak sendiri. Jaringan kolaborator internal dan eksternal sangatlah penting, serta pikiran terbuka yang memungkinkan Anda untuk terus belajar lebih banyak tentang perkembangan yang dapat dicapai. Dan tentu saja, keberlanjutan adalah sebuah maraton dan bukan lari cepat, sehingga ketekunan dan ketahananlah yang menjadi kuncinya. Jadi, jagalah diri dan energi Anda – Ulrike Sapiro, Chief Sustainability Officer di Henkel
- Saya akan menekankan pentingnya komitmen. [. . .] Untuk mereka yang memulai langkah ini, khususnya perusahaan yang berada pada tahap awal keberlanjutan, membuat peta jalan keberlanjutan yang jelas sangatlah penting. Peta jalan ini berfungsi sebagai panduan, memberikan arah dan struktur setelah menentukan tujuan keberlanjutan. – Ingrid C.W. Aurelia, Head of Corporate Communication and Sustainability Meratus
- Setiap konteks bersifat unik, dan inisiatif keberlanjutan yang berhasil seringkali memerlukan pendekatan khusus yang mempertimbangkan budaya, ekosistem, dan kondisi sosial-ekonomi lokal. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi adalah kunci dalam menavigasi kompleksitas pembangunan berkelanjutan. – Paula Casares, Kepala ESG di TK Elevator
- Lakukan dengan benar sejak awal – terutama bagi negara-negara berkembang; mereka tidak harus melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan negara-negara Global North. – Manoj Kumar Rustagi, Chief Sustainability & Innovation Officer di JSW Cement
- Sejujurnya, pelajaran penting yang saya peroleh dalam peran ini lebih berkaitan dengan tantangan yang dihadapi oleh setiap perusahaan rintisan (startup). [. . .] Menurut saya, penting untuk menemukan mitra yang tepat untuk diajak bekerja sama dimana mereka berkomitmen untuk menyukseskan program tanpa sekadar melihatnya sebagai alat pemasaran. – Jonathan Tostevin, CEO di Muuse
- Yang penting, dalam dunia keberlanjutan, tidak ada persaingan; kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan planet yang lebih baik dan layak huni bagi generasi mendatang. Perspektif ini mendorong pertukaran praktik terbaik secara terbuka, membina komunitas global kolaboratif yang bekerja secara kolektif menuju masa depan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. – Tanah Sullivan, Kepala Keberlanjutan di GoTo
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Naz is the Manager of International Digital Publications at Green Network Asia. She is an experienced and passionate writer, editor, proofreader, translator, and creative designer with over a decade of portfolio. Her history of living in multiple areas across Southeast Asia and studying Urban and Regional Planning exposed her to diverse peoples and cultures, enriching her perspectives and sharpening her intersectionality mindset in her storytelling and advocacy on sustainability-related issues and sustainable development.

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan