Singapura Angkat CSO Pemerintah Pertama
Foto oleh Ruthson Zimmerman di Unsplash.
Jalan menuju keberlanjutan (sustainability) membutuhkan kerja kolektif dari sektor swasta dan publik untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan. Sebagai bagian dari rencana keberlanjutan, Singapura mengangkat Chief Sustainability Officer (CSO) Pemerintah pertama.
Singapore Green Plan 2030
Negara-negara di seluruh dunia telah berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam Perjanjian Paris. Sebagian negara menetapkan target pada 2050, dan sebagian lainnya pada 2060. Singapura bertekad mencapai emisi nol bersih/net zero emission (NZE) pada tahun 2030 dengan Singapore Green Plan 2030.
Singapore Green Plan 2030 adalah gerakan payung untuk agenda pembangunan berkelanjutan Singapura. Gerakan ini mencakup berbagai sektor, seperti bangunan berkelanjutan, keuangan, dan pariwisata. Sektor publik akan berfokus pada pengurangan karbon dan efisiensi sumber daya di bawah inisiatif GreenGov.SG, salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan energi dan air sebesar 10% pada tahun 2030. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan dimulai untuk menggalakkan upaya dan inisiatif keberlanjutan.
Pengangkatan CSO untuk sektor publik
Seperti namanya, CSO adalah posisi level-c yang didedikasikan untuk keberlanjutan. CSO bertanggung jawab untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengawasi program keberlanjutan, dan jabatan ini umumnya ada di sektor swasta seperti perusahaan dan organisasi.
Rencana terperinci dengan pertanggungjawaban yang jelas dari pemerintah sangat penting untuk mempercepat transisi hijau. Namun, hanya segelintir negara yang memiliki CSO di tingkat pemerintahan. Menurut analis sektor publik di Ernst & Young, memiliki satu entitas untuk mengawasi pendekatan pemerintah terhadap keberlanjutan dapat membantu memastikan dan mengelola kolaborasi lintas departemen, mengidentifikasi sinergi dan ketergantungan, serta mengantisipasi masalah potensial dan solusinya.
Pada 30 Desember 2022, Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan (MSE) Singapura mengumumkan penunjukan Lim Tuang Liang, mantan Kepala Ilmu Pengetahuan dan Teknologi/Chief Science & Technology Officer (CSTO) MSE, sebagai Chief Sustainability Officer Pemerintah yang pertama. Peran tersebut berlaku mulai 1 Januari 2023, dengan tugas utama mengkoordinasikan strategi dan kemitraan dengan pemangku kepentingan untuk inisiatif pemerintah GreenGov.SG. CSO Pemerintah pertama ini diharapkan dapat mendorong Singapura menjadi negara yang berkelanjutan, hemat sumber daya, dan tangguh iklim di bawah Singapore Green Plan 2030.
Pada akhirnya, keberlanjutan harus menjadi aspek integral dari rencana suatu negara. Menunjuk seorang CSO di tingkat pemerintahan dapat menjadi langkah yang penting untuk dipertimbangkan oleh negara-negara lain di dunia guna memastikan rencana pembangunan berkelanjutan negara dapat dilaksanakan secara kohesif, strategis, dan efektif.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan