Pembahasan tentang Net Zero ASEAN dalam SEADS 2023
Foto: ADB SEADS 2023.
Asia Tenggara merupakan kawasan dengan segudang potensi, namun sekaligus sangat rentan terhadap perubahan iklim. Transisi menuju nol emisi karbon (net zero) di semua sektor dapat membantu negara-negara memiliki ketahanan iklim dan mempercepat pemulihan ekonomi pasca-COVID-19. Simposium Pembangunan Asia Tenggara (SEADS) 2023 yang diselenggarakan Asian Development Bank (ADB) membahas solusi inovatif yang dapat membantu negara-negara untuk fokus mewujudkan ekonomi yang bebas emisi dan pulih dari krisis akibat COVID-19.
SEADS 2023
Secara geografis, negara-negara di ASEAN memiliki wilayah pesisir dataran rendah yang rawan terhadap bencana yang berkaitan dengan air. Pada saat yang sama, ASEAN juga termasuk salah satu kawasan dengan tingkat emisi karbon tertinggi di dunia, dengan Indonesia dan Malaysia sebagai produsen batubara terbesar. Upaya dekarbonisasi di Asia Tenggara menjadi sangat penting untuk menghentikan produksi karbon dan memitigasi perubahan iklim.
SEADS ADB 2023 mengusung tema “Membayangkan ASEAN yang Bebas Emisi”. Digelar secara virtual dan tatap muka di Bali, Indonesia, simposium ini membahas bagaimana ASEAN dapat mengambil langkah-langkah inovatif dan hemat untuk mendukung dekarbonisasi dan merevitalisasi ekonomi
Perkembangan Net Zero ASEAN
Simposium tersebut menawarkan kesempatan bagi setiap negara untuk membahas perkembangan menuju emisi nol bersih. Misalnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan perkembangan Indonesia dalam meningkatkan rencana aksi iklim untuk mengurangi emisi dari 29% menjadi 31,89% dengan upaya sendiri dan dari 41% menjadi 43,2% dengan dukungan internasional. Selain itu, ia juga menegaskan komitmen untuk memensiunkan pembangkit listrik bertenaga batubara melalui Mekanisme Transisi Energi.
Membentuk kembali rantai nilai global menjadi sorotan melalui peluncuran laporan ADB bertajuk “Rantai Nilai ASEAN dan Global: Mengunci Ketahanan dan Keberlanjutan”. Mengingat Asia Tenggara merupakan salah satu hub regional terpenting untuk rantai nilai global, laporan ini mengulik tantangan dan peluang seputar rantai nilai global di kawasan ASEAN, termasuk ketahanan dan pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi multisektoral
Mewujudkan emisi nol bersih tidaklah mudah. Tantangannya menyangkut berbagai aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. SEADS 2023 mengumpulkan para pemimpin, pembuat keputusan, dan aktor aksi iklim dari kalangan pemerintah, industri, akademisi, dan sektor pembangunan untuk mengeksplorasi berbagai aspek seputar emisi nol bersih. Keuangan, teknologi untuk mitigasi iklim, kota yang tahan iklim, energi bersih, kesempatan kerja yang adil, dan ekonomi biru adalah beberapa subtema yang dibahas dalam sesi pleno.
Pada akhirnya, langkah untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan siapa pun. Oleh karena itu, mewujudkan nol emisi karbon di Asia Tenggara memerlukan kolaborasi multisektoral di dalam dan di luar negara untuk menciptakan transisi dan pembangunan yang signifikan.
“Kita perlu mengatasi perubahan iklim dengan solusi praktis untuk mendekarbonisasi kawasan, sambil memastikan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif. Negara-negara ASEAN berkomitmen untuk mengurangi emisi pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) 2021. Dan sekarang kita harus menanamkan tujuan iklim ini dalam kebijakan, rencana, dan proyek masing-masing negara,” kata Presiden ADB Masatsugu Asakawa dalam pidato pembukaannya.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan