Upaya PT SMI untuk Tumbuh secara Berkelanjutan
4 Oktober 2022
Foto oleh CHUTTERSNAP di Unsplash.
Pandemi COVID-19 menghantam perekonomian di berbagai sektor dan merobohkan sebagian bisnis dalam waktu yang relatif singkat. Namun, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mampu melalui masa sulit dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru dan membuat berbagai kebijakan, inisiatif, serta program keberlanjutan yang terukur dan efektif.
PT SMI meyakini bahwa tahun 2021 menjadi momentum untuk pulih dari dampak pandemi dan bertumbuh secara berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Laporan Keberlanjutan 2021 perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur tersebut.
Aspek Keberlanjutan PT SMI
Didirikan pada 26 Februari 2009, PT SMI memiliki misi membantu meningkatkan kesejahteraan nasional melalui pembangunan berkelanjutan, urbanisasi, dan memfasilitasi perluasan & pendayagunaan wilayah. Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi investor, pemerintah, dan masyarakat, BUMN ini memiliki tiga pilar sinergis, yakni Pembiayaan & Investasi, Layanan Konsultasi, dan Pengembangan Proyek.
Sektor-sektor pembangunan infrastruktur yang dapat dibiayai oleh PT SMI yakni jalan dan jembatan, transportasi, minyak dan gas, telekomunikasi, pengelolaan sampah, listrik, irigasi, penyediaan air minum, infrastruktur sosial (rumah sakit, pasar, terminal, dll), infrastruktur pariwisata, dan rolling stock (bakal pelanting). Sejak 2019, sektor PT SMI juga mencakup prasarana sumber daya air dan irigasi, prasarana sistem pengelolaan sampah, prasarana informatika, prasarana energi terbarukan, prasarana konservasi energi, prasarana dan sarana olah raga, serta kesenian, dan prasarana perumahan rakyat.
Sepanjang 2021, terdapat 171 proyek infrastruktur senilai Rp724,76 triliun yang dibiayai oleh PT SMI. Laporan Keberlanjutan 2021 PT SMI memuat manfaat ekonomi spesifik dari proyek-proyek infrastruktur yang mereka danai. Antara lain:
- Penerangan untuk 2,76 juta rumah tangga
- Akses air bersih untuk 2,54 juta rumah
- Jaringan gas alam untuk 21.000 rumah tangga
- Pertambahan 677 MW potensi kapasitas energi baru terbarukan
- Potensi emisi Gas Rumah Kaca yang terhindarkan per tahun 3.388.378 CO2e
Adaptasi Kebiasaan Baru
Pandemi COVID-19 belum benar-benar berakhir. Virus itu terus bermutasi dan sebagian orang di dunia ini masih terjangkit. Karenanya, PT SMI melakukan mitigasi melalui flexible working yang didukung oleh teknologi. Untuk meminimalisir tatap muka, perseroan ini mengembangkan sistem informasi teknologi bernama ReFina.
“Sebagai langkah awal, tahun 2021 merupakan sebuah momentum besar bagi PT SMI untuk bangkit dan membangun komitmen dan langkah nyata untuk tumbuh secara berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad.
Melalui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), PT SMI menetapkan target dan program yang menjadi prioritas dalam penerapan keuangan berkelanjutan sebagai respons terhadap ancaman perubahan iklim. Target dan program tersebut adalah Climate Financing and SDGs, Green and Safe Office, dan Social Responsibility.
SDG Indonesia One
PT SMI juga berinovasi dengan membentuk suatu platform penyediaan infrastruktur terintegrasi bernama SDG Indonesia One. Platform ini mengombinasikan dana publik dan privat melalui skema blended finance (keuangan campuran) untuk disalurkan ke dalam proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan pencapaian SDGs.
Platform SDG Indonesia One mencakup empat jenis fasilitas yang disesuaikan dengan minat dan ketertarikan para donor dan investor yaitu Development Facilities, De-risking Facilities, Financing Facilities, dan Equity Fund. Tujuannya adalah untuk menghimpun pendanaan dari donor, filantropi, investor, dan lembaga keuangan bilateral/multilateral lainnya untuk disalurkan kepada proyek-proyek di Indonesia yang dapat memberikan dampak luas sehingga berkontribusi mendukung pencapaian SDGs.
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar

Menyoroti Peran Perusahaan dalam Menyediakan Akses terhadap WASH di Lingkungan Kerja
Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan
Tantangan dan Peluang Penerapan Pajak Karbon di Indonesia
Meningkatnya Serangan dan Kekerasan terhadap Pembela Lingkungan dan Tanah