B20 Sustainability 4.0 Awards: Cara Kadin Motivasi Bisnis Terapkan Keberlanjutan
Para perwakilan dari KADIN, SwissCham, EuroCham, dan inisiator lainnya saat konferensi pers mengenai B20 Sustainability 4.0 Awards. | Foto oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Perubahan iklim mengubah banyak cara dan kebiasaan kita dalam menjalani hidup, termasuk dalam menjalankan bisnis. Saat ini, bisnis di dunia mulai menerapkan praktik berkelanjutan untuk menyelamatkan Bumi dari kerusakan yang lebih parah, tak terkecuali di Indonesia.
Untuk mendukung praktik bisnis berkelanjutan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Swiss Chamber of Commerce Indonesia menggelar B20 Sustainability 4.0 Awards untuk mengapresiasi dan memotivasi bisnis yang menerapkan praktik keberlanjutan.
Fokus pada Tiga SDGs
B20 Sustainability 4.0 Awards adalah proyek bersama Indonesia-Eropa dalam gelaran side event B20 Indonesia 2022. Selain KADIN dan SwissCham, penghargaan perdana ini juga diiniasi oleh European Business Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham), Britcham, Ekonid, IBAI, IFCCI, Universitas Trisakti dan Bappenas.
Penghargaan ini bertujuan untuk mengarusutamakan kesadaran akan kelestarian lingkungan dengan mengidentifikasi dan mengenali proyek-proyek berdampak tinggi dari bisnis sektor swasta yang beroperasi di Indonesia. Ajang ini diharapkan dapat menghasilkan dampak signifikan bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Tahun ini, B20 Sustainability 4.0 Awards berfokus pada tiga kriteria penilaian, yakni Akses Air Bersih (SDG 6), Pengurangan atau Penggunaan Kembali Sampah Plastik (SDG 12), serta Pelibatan Peran Perempuan dalam keberlanjutan (SDG 5).
“B20 Sustainability 4.0 Awards merupakan salah satu ajang penghargaan bergengsi yang pelaksanaannya sejalan dengan agenda-agenda prioritas B20 Indonesia untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan kolaboratif. Harapannya, ajang penghargaan ini dapat mendorong semangat para pelaku bisnis dan masyarakat di Indonesia dalam melaksanakan praktik-praktik keberlanjutan guna mewujudkan perubahan positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun global di masa depan,” kata Shinta W. Kamdani, Ketua Penyelenggara B20 cum Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri KADIN.
UMKM Paling Banyak Mendaftar
Dibuka sejak Mei 2022, penghargaan ini diikuti oleh 700 pendaftar dari Aceh hingga Papua, dimana UMKM menjadi sektor bisnis terbanyak yang mendaftar. Peserta terbanyak berasal dari DKI Jakarta, yakni 85 peserta. Setelah melewati proses seleksi, panitia memilih 18 kandidat terbaik untuk maju ke babak final.
Dari 18 perusahaan yang terpilih, finalis untuk kategori Akses Air Bersih adalah Coca cola, Danone, Gree Energy, Komodo Water, Sago Mee, dan SIAB Indonesia. Untuk kategori Pengurangan Penggunaan atau Daur Ulang Sampah Plastik, finalis terpilih adalah Danone, Lazada Logistik, Sampangan, Waste4Change, Plana, dan Plastik Bank Indonesia. Sedangkan finalis untuk kategori Pelibatan Peran Perempuan Indonesia dalam keberlanjutan adalah Amartha, Evermos, Sukacita, Carbon Ethics, Duanyam, dan Hear Me.
Tahap selanjutnya adalah sesi penjurian yang dilaksanakan pada 30 September 2022.
Siapkan Panduan Investasi Hijau
Selain menggelar B20 Sustainability 4.0 Awards, KADIN juga tengah menyiapkan Panduan Investasi Lestari bersama Kementerian Investasi/BKPM dan Koalisi Ekonomi Membumi. Panduan ini disusun dengan mengakomodir perkembangan pola investasi yang berkembang di Indonesia dan diselaraskan dengan prinsip dan standar keberlanjutan internasional. Panduan ini ditujukan bagi para pelaku usaha/perusahaan, investor, serta pemerintah, dengan filosofi dasar penghormatan pada hak asasi manusia, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil, serta tata kelola yang bertanggungjawab dan transparan.
Dalam panduan ini, investor didorong untuk tidak lagi sekadar mengharapkan tingkat pengembalian keuangan atau keuntungan, melainkan juga dampak yang didorong dengan adanya investasi tersebut.
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.

Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest
Bentakan hingga Penyiksaan: Urgensi untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Tahanan
Pertumbuhan Pesat Pusat Data dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat
Menggeser Paradigma: Urgensi Reformasi Hukum Lingkungan di Indonesia
Mengulik Kemajuan Teknologi sebagai Pengganti Uji Coba pada Hewan