Bagaimana Upaya Kemenpar dalam Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan?
Pantai di Pulau Bangka. | Foto: Ruben Sukatendel di Unsplash.
Pariwisata telah menjadi salah satu sektor paling penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Indonesia membutuhkan tata kelola yang baik untuk meningkatkan potensi pariwisata dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Peran para pemangku kepentingan, terutama pemerintah, menjadi sangat krusial. Lantas, bagaimana upaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mewujudkan sektor pariwisata berkelanjutan?
Potensi dan Tantangan Pariwisata Indonesia
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar karena kekayaan alam, budaya, warisan sejarah. Negara ini menawarkan beragam destinasi wisata, mulai dari pantai-pantai yang indah, hutan dan gunung yang menantang, hingga situs-situs bersejarah. Selain objek wisata, budaya Indonesia yang beragam juga menjadi daya tarik yang kuat.
Namun, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat pengembangan pariwisata di berbagai daerah. Keterbatasan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, maraknya pungutan liar, hingga pengelolaan sampah yang buruk, adalah beberapa tantangan yang paling mendasar. Ketimpangan promosi juga merupakan masalah serius yang membuat pariwisata Indonesia cenderung terkonsentrasi di beberapa destinasi atau daerah.
Tantangan lainnya menyangkut aspek keberlanjutan. Implementasi dan wawasan mengenai pariwisata berkelanjutan masih belum menjadi arus utama meskipun klaim dan promosi tentang konsep ini telah sering digaungkan. Sebagai contoh, lonjakan jumlah wisatawan yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik telah menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan dan sosial-ekonomi, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah seperti Bali dan Pulau Komodo. Kurangnya regulasi yang tegas, lemahnya kesadaran masyarakat dan komitmen pelaku industri pariwisata terhadap pariwisata berkelanjutan, serta kurangnya sumber daya manusia pengelola, telah menjadi tantangan-tantangan utama yang harus segera diatasi.
5 Program Kemenpar
Untuk memajukan pariwisata di Indonesia, Kemenpar mengusung lima program unggulan pada tahun 2025. Lima program tersebut adalah:
- Gerakan Wisata Bersih, yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk beraksi menciptakan kebersihan destinasi melalui pembentukan satuan tugas, penanganan langsung di destinasi, penanaman kesadaran, dan koordinasi sistem pengelolaan yang lebih efektif.
- Tourism 5.0, yakni pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran pariwisata secara luas, terarah, dan berkualitas, serta berorientasi pada wisatawan.
- Pariwisata Naik Kelas, dengan meningkatkan wisata bahari, gastronomi, dan wellness melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, dan pengembangan produk wisata unik. Kemenpar juga akan menggunakan Indonesia Quality Tourism Fund untuk mendiversifikasi atraksi wisata nasional untuk menarik wisatawan dari seluruh dunia.
- Pengadaan event dengan Intellectual Property Indonesia di destinasi-destinasi wisata, salah satunya dengan menyelenggarakan Karisma Event Nusantara (KEN) di seluruh provinsi.
- Pengembangan lebih dari 6.000 desa wisata melalui pembinaan masyarakat dan penguatan kapasitas lokal dan strategi high quality tourism.
Selain itu, Kemenpar juga telah meluncurkan strategi penerapan konsep Blue, Green, dan Circular Economy (BGCE) dalam sektor pariwisata untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.
Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Keberlanjutan dalam pariwisata adalah hal esensial untuk memastikan bahwa sektor ini benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan penciptaan keadilan sosial dan inklusivitas, serta pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program atau proyek yang diusung harus benar-benar sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi secara berkala dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan penilaian dan masukan dari berbagai sumber, sangat diperlukan agar program-program yang ada dapat ditingkatkan dan mencapai tujuan tersebut.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pariwisata bukan hanya sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai kekuatan budaya, sosial, dan solidaritas global,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan