Meningkatkan Ketahanan Keluarga melalui Penguatan Kemitraan
21 Juni 2024
Foto: Devi Puspita Amartha Yahya di Unsplash.
Tidak bisa dipungkiri, kehidupan seseorang sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh kondisi keluarga. Sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat, keluarga memegang peran vital sebagai sumber pendidikan, kesehatan, hingga kebahagiaan bagi para anggotanya. Oleh sebab itu, keluarga merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional. Terkait hal ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkuat kemitraan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan ketahanan keluarga melalui peningkatan layanan kesehatan.
Beragam Masalah Keluarga
Ada banyak masalah yang dapat terjadi di dalam keluarga. Mulai dari masalah ekonomi, kesehatan, hingga masalah yang terkait dengan peran gender, semuanya dapat mengganggu keharmonisan dan ketahanan keluarga. Pada tahun 2022, BKKBN mencatat sebanyak 4,79 % keluarga terdata yang hidup di Indonesia mengalami konflik cerai hidup. Sedangkan data BPS menunjukkan adanya 463.654 kasus perceraian sepanjang tahun 2023.
Ini belum termasuk masalah keluarga berupa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di mana perempuan menjadi pihak yang paling banyak dan sering menjadi korban. Data SIMFONI Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat, pada tahun 2024 saja, per tanggal 19 Juni telah ada 10.349 kasus yang terdata, dengan 80% (9.001) korban merupakan perempuan dan anak-anak perempuan.
Tidak hanya itu, ancaman terhadap ketahanan keluarga juga dapat berasal dari masalah-masalah lain seperti kemiskinan, putus sekolah, perkawinan anak, malnutrisi (stunting, wasting, dsb), hingga kesenjangan kesempatan kerja. Sebagai dampaknya, kerawanan keluarga dapat menyebabkan berbagai masalah sosial, termasuk kesehatan mental anggota keluarga. Kasus bunuh diri satu keluarga yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara pada Maret 2024 dapat menjadi satu bukti tentang betapa pentingnya ketahanan keluarga.
Meningkatkan Ketahanan Keluarga
Sebagai upaya untuk mendukung peningkatan ketahanan keluarga Indonesia, BKKBN dan Kemenkes memperkuat kemitraan strategis melalui kerjasama dalam bidang pelayanan kesehatan, dengan fokus pada kesehatan reproduksi. Dalam kemitraan ini, Kemenkes akan memastikan layanan kesehatan yang berkualitas bagi setiap keluarga. Kemitraan akan dimulai dengan pemeriksaan (skrining) anemia pada remaja putri, edukasi dan pemeriksaan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, dan pengasuhan balita.
Untuk memperkuat pelaksanaan program bersama pada tahun 2025, Kemenkes dan BKKBN akan mengembangkan inisiatif strategis, termasuk integrasi dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan keluarga berencana hingga ke tingkat desa. Kemitraan ini juga didukung oleh peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), termasuk kader dan tim pendamping keluarga melalui pelatihan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan dan evaluasi program.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor, maka Indonesia dapat meningkatkan kualitas hidup setiap anggota keluarga, mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Perlu Langkah Komprehensif
Memperbaiki layanan kesehatan hanyalah salah satu aspek yang dibutuhkan dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Oleh karena itu, menjamin ketahanan keluarga membutuhkan kebijakan dan tindakan nyata yang lebih kuat, komprehensif, koheren, dan masif yang menyasar semua keluarga di Indonesia, terutama namun tidak terbatas pada keluarga rentan yang hidup dalam kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Meningkatkan akses terhadap hak-hak dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan pekerjaan, hingga akses terhadap hunian yang terjangkau dan lingkungan yang sehat, yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua, merupakan langkah fundamental untuk mencapai tujuan ini.
Berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga yang telah ada, seperti Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) di tingkat daerah, perlu diperkuat dan dikombinasikan dengan inovasi dan program-program baru yang relevan. Memperkuat kerja sama dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil merupakan hal krusial untuk mencapai dampak yang lebih luas.
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar

PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut