Kerja Sama Indonesia-Norwegia Dukung Implementasi FOLU Net Sink 2030
22 September 2022
Foto oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dunia saat ini sedang berjuang menurunkan emisi gas rumah kaca untuk mengatasi krisis iklim. Di Indonesia, berbagai upaya dilakukan pemerintah, salah satunya melalui program Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030.
FOLU Net Sink adalah keadaan di mana tingkat serapan karbon pada sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU) sudah berimbang atau lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan sektor tersebut pada tahun 2030. Implementasi program ini didukung oleh Kementerian Iklim dan Lingkungan Denmark melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani di Jakarta pada Senin, 12 September 2022.
Lingkup Kerjasama
Kerja sama antara Indonesia dengan Denmark ini mencakup tujuh ruang lingkup, yakni:
- Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dengan melindungi dan mengelola hutan dengan partisipasi masyarakat, termasuk masyarakat adat;
- Peningkatan kapasitas untuk memperkuat penyerapan karbon hutan alam melalui pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi hutan dan perhutanan sosial, termasuk mangrove;
- Konservasi keanekaragaman hayati;
- Pengurangan emisi gas rumah kaca dari kebakaran dan kerusakan lahan gambut;
- Penguatan penegakan hukum;
- Komunikasi, konsultasi dan pertukaran pengetahuan pada lingkup internasional tentang kebijakan dan agenda iklim, kehutanan dan tata guna lahan;
- Pertukaran informasi dan pengetahuan pada tingkat teknis.
“MoU ini mewakilkan lebih dari sekadar kemitraan. Bukan hanya persetujuan tentang kontribusi berdasarkan hasil, tetapi juga mencakup keterlibatan yang lebih luas terkait isu iklim dan kehutanan di Indonesia,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
11 Langkah Mitigasi
FOLU Net Sink 2030 dicapai melalui 11 langkah mitigasi pada sektor FOLU. Sebelas langkah tersebut yaitu:
- Pengurangan laju deforestasi lahan mineral
- Pengurangan laju deforestasi lahan gambut
- Pengurangan laju degradasi hutan lahan mineral
- Pengurangan laju degradasi hutan lahan gambut
- Pembangunan hutan tanaman
- Manajemen hutan berkelanjutan
- Rehabilitasi dengan rotasi
- Rehabilitasi non rotasi
- Restorasi gambut
- Perbaikan tata air gambut
- Konservasi keanekaragaman hayati.
Ke depan, mangrove juga akan dielaborasi dalam Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 karena kapasitas mangrove dalam mengurangi emisi dari sektor lahan layak diperhitungkan baik di dalam NDC maupun di dalam dokumen LTS-LCCR 2050.
“Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030. Pijakan dasar utamanya adalah sustainable forest management, environmental governance, dan carbon governance,” kata Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Faktor Penentu
Pada akhirnya, capaian FOLU Net Sink 2030 sangat ditentukan oleh pengurangan emisi dari deforestasi dan lahan gambut. Faktor penentu lainnya adalah peningkatan kapasitas hutan alam dalam penyerapan karbon, restorasi dan perbaikan tata air gambut, restorasi dan rehabilitasi hutan, pengelolaan hutan lestari, serta optimasi lahan tidak produktif.
“Juga diperlukan pengembangan berbagai instrumen kebijakan baru, pengendalian sistem monitoring, dan evaluasi dan pelaksanaan komunikasi publik,” imbuh Ruandha.
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar

Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan
Menyoroti Peran Perusahaan dalam Menyediakan Akses terhadap WASH di Lingkungan Kerja
Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan