Asia Media Summit 2023: Meningkatkan Peran Media sebagai Saluran Pendidikan Publik
13 Juni 2023
Asia Media Summit 2023 di Nusa Dua, Bali. | Foto: ASEAN.org.
Media massa (media) memiliki kekuatan, peluang, dan peran strategis untuk membawa perubahan sosial. Seperti kata Harold Lasswell, media dapat menimbulkan pengaruh yang kuat terhadap khalayak melalui apa yang disiarkan. Di tengah upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), media mesti memperkuat perannya sebagai saluran pendidikan publik agar tercipta kesadaran kolektif melalui peningkatan literasi, baik di level individu, masyarakat, maupun institusi negara dan swasta. Hal itulah yang menjadi tujuan utama dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 Media se-Asia Pasifik 2023 (The 18th Asia Media Summit 2023) yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 22-25 Mei 2023.
Ancaman Misinformasi dan Disinformasi
Perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, perkembangan teknologi meningkatkan kemudahan bagi banyak orang untuk mengakses dan menyebarkan informasi. Namun di sisi lain, ia berpotensi menghadirkan dampak negatif karena banyaknya misinformasi dan disinformasi (hoaks) yang berseliweran setiap hari di berbagai platform digital, terutama media sosial. Berdasarkan data Tim AIS Kementerian Kominfo, setidaknya ada 11.357 misinformasi dan disinformasi yang ditemukan dalam kurun waktu Agustus 2018 hingga 31 Maret 2023, dengan isu kesehatan menyumbang jumlah terbanyak.
Selain demokrasi, serbuan misinformasi dan disinformasi juga mengancam pendidikan publik serta keberlangsungan media. Beberapa dampak negatif dari penyebaran misinformasi dan disinformasi antara lain memecah belah dan mengadu domba masyarakat, menyesatkan opini/pandangan masyarakat, mengaburkan kebenaran dan fakta, menciptakan kepanikan hingga ketakutan, dan menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap seseorang/lembaga.
“Arus informasi sangat deras, datang silih berganti secara cepat sehingga media ditantang untuk konsisten menyebarkan informasi yang valid sehingga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam kata sambutannya.
Asia Media Summit 2023
Asia Media Summit merupakan forum pertemuan tahunan para anggota Asia-Pacific Institute Broadcasting Development (AIDB) yang diikuti oleh para pelaku industri penyiaran untuk berbagi pemikiran tentang penyiaran dan informasi. Para pengambil keputusan, profesional media, cendekiawan, dan para pemangku kepentingan industri media dari Asia-Pasifik, Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara, turut hadir dalam konferensi tahunan tersebut untuk saling bertukar wawasan.
Mengusung tema “Media Enhancing Economic Sustainability“, Asia Media Summit 2023 (AMS 2023) bertujuan untuk mendorong peran media untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang ekonomi, melalui perannya sebagai penyalur pendidikan publik. Para anggota AIBD berdiskusi untuk menguatkan kolaborasi antara media dengan masyarakat, sektor industri, dan pemerintah. LPP TVRI, yang merupakan anggota AIBD sejak 1977, menjadi host city dalam kegiatan ini.
AMS 2023 diisi dengan rangkaian seminar dengan mengangkat beberapa tema, di antaranya “Literasi Media: Membentuk Masyarakat Sadar Informasi”, “Masa Depan Televisi”, dan “Rekayasa Dasar-dasar di Era Automatisasi”. Para jurnalis, pembuat konten, dan para produser televisi, melakukan pembahasan untuk menajamkan perannya dalam membentuk berbagai narasi sosial yang signifikan untuk pembangunan berkelanjutan.
“Pertemuan AMS yang diadakan di Bali juga bagian dari upaya media penyiaran mendukung pemulihan ekonomi nasional, utamanya di bidang akomodasi, pariwisata, dan UMKM,” kata Dirut LPP TVRI Iman Brotoseno.
Meningkatkan Kesadaran Publik
AMS 2023 menghasilkan tiga inisiatif yang dituangkan dalam dokumen Bali Memorandum of Understanding. Tiga inisiatif tersebut adalah:
- Meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi informasi yang beredar di media sosial.
- Pertanggungjawaban bersama para pemilik platform dan pemangku kepentingan media sosial terkait penyebaran misinformasi dan disinformasi.
- Penegakan hukum bersama dalam skala regional untuk mengidentifikasi dan menjaga keseimbangan antara kebebasan berbicara dengan pembatasan mengemukakan pendapat di media sosial.
Media merupakan sumber informasi, gagasan, pendidikan, hiburan, kebijakan, dan persoalan publik yang layak mendapatkan perhatian para pengambil kebijakan. Karenanya, seperti kata Wapres Ma’ruf, “Media mesti mampu mengoptimalkan perannya sebagai penyalur sekaligus penyaji gagasan segar yang dapat menjadi solusi sekaligus membangun paradigma kolaborasi saling menguntungkan.”
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar

Membiarkan Hutan Pulih Sendiri sebagai Pendekatan yang Lebih Hemat Biaya
Membingkai Ulang Tata Kelola di Era Kebangkrutan Air
PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit