World Tourism Day 2022 Bali: Menyiapkan Pariwisata yang Tahan Bencana
27 September 2022
Foto oleh Ruben Hutabarat di Unsplash.
Pandemi COVID-19 menghadirkan dampak hebat bagi banyak sektor, salah satunya pariwisata. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa selama tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun 75,03 persen bandingkan periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 16,11 juta. Pada saat yang sama, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mencatat kerugian sektor pariwisata Indonesia akibat Pandemi COVID-19 mencapai lebih dari Rp10 triliun hingga akhir 2020.
Kini, sektor pariwisata Indonesia sedang melakukan pemulihan dan pembenahan pascapandemi COVID-19. World Tourism Day (WTD) 2022 menjadi momentum bagi Indonesia dan negara-negara di dunia untuk mewujudkan agenda pembangunan dan cita-cita pariwisata berkelanjutan yang lebih tangguh dan tidak rentan terhadap bencana.
Memikirkan Ulang Pariwisata
Untuk pertama kalinya, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah perayaan World Tourism Day (WTD) atau Hari Pariwisata Dunia ke-42, yang digelar di Bali pada 27 September 2022. Tema yang diangkat pada WTD kali ini adalah “Rethinking Tourism” (Memikirkan Ulang Pariwisata), dimana para pemangku kepentingan di sektor pariwisata menyatukan visi dan misi melalui ide-ide kreatif yang berorientasi pada manusia dan planet.
WTD 2022 menghadirkan panel diskusi multi-stakeholder dengan tema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan diskusi bertajuk “The Tourism We Want” yang dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali. Sekitar 300 perwakilan negara anggota UNWTO, Menteri Pariwisata G20, negara tamu, organisasi internasional, stakeholders pariwisata nasional dan internasional hadir pada acara ini.
“Industri pariwisata perlu dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang membutuhkan kolaborasi dan rasa keterkaitan antara satu sama lain. Pertama, pendekatan pemangku kepentingan terhadap pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan. Kedua, peran masyarakat sebagai agen perubahan dalam transformasi pariwisata. Dan ketiga, jaminan keamanan bagi pengunjung selama perjalanan,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
Belajar dari Pandemi COVID-19
Pengalaman adalah guru terbaik. Petuah itu diadopsi pada momen WTD 2022 untuk membenahi sektor pariwisata yang selama ini rentan saat bencana datang. Karenanya, meninggalkan model lama dan memikirkan model pariwisata baru adalah hal yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan masa depan.
“Memikirkan kembali salah satu sektor ekonomi utama dunia (pariwisata) memang tidak mudah. Tapi kita sudah berada di jalur yang benar. Pandemi telah mengilhami dan mengkatalisasi kreativitas. Dan pandemi juga mempercepat transformasi pekerjaan, membawa tantangan sekaligus peluang besar untuk memastikan lebih banyak orang mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ujar Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili.
Sementara, Sekjen PBB António Guterres menambahkan, “Kita harus berinvestasi dalam pariwisata yang bersih dan berkelanjutan, menurunkan konsumsi energi pada sektor ini, mendukung misi nol-emisi dan melindungi keanekaragaman hayati. Kita harus menciptakan pekerjaan yang layak dan memastikan bahwa WTD ini membawa keuntungan bagi negara tuan rumah dan masyarakat lokal. Pemerintah, bisnis, dan konsumen harus menyelaraskan praktik pariwisata dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan masa depan 1,5°C.”
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar

Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan
Menyoroti Peran Perusahaan dalam Menyediakan Akses terhadap WASH di Lingkungan Kerja
Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan