Langkah Semen Indonesia Tingkatkan Kiprah Perempuan dan Turunkan Emisi Karbon
19 Oktober 2022
Foto oleh PT Semen Indonesia (Persero).
Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan menjadi isu penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Sayangnya, indeks ketimpangan gender di Indonesia justru terbilang tinggi sampai saat ini.
Di ASEAN, Indeks ketimpangan gender (Gender Inequality Index/GII) Indonesia menjadi yang tertinggi, yakni 0,48 poin. Sementara dalam Global Gender Gap Report 2022 yang dirilis World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di urutan ke-92 dari 146 negara, dengan skor indeks ketimpangan gender 0,697. Pada bidang partisipasi dan kesempatan ekonomi, skor Indonesia adalah 0,674.
Untuk membantu memperbaiki keadaan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen meningkatkan kiprah dan peran perempuan dalam perusahaan, termasuk dalam jajaran manajemen dan pimpinan, dengan memberikan kesempatan yang sama tanpa membedakan gender dalam pengembangan karier.
Komitmen SIG
Saat ini, SIG memiliki 826 karyawan perempuan yang bekerja di seluruh operasional perusahaan. Sementara hingga September 2022, jumlah karyawan perempuan band 1 di SIG mencapai 20 persen. BUMN persemenan ini juga menjamin kesetaraan kesempatan dalam proses rekrutmen.
Komitmen SIG ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan kelima. SIG berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan kondusif untuk mendorong talenta terbaik dapat berkembang secara optimal di perusahaan tanpa memandang perbedaan gender serta mencegah adanya diskriminasi.
“Kami memastikan tidak ada batasan bagi kandidat perempuan untuk diikutsertakan dalam setiap proses seleksi untuk mengisi posisi manajemen atau senior yang kosong sebagai upaya menaikkan jumlah talenta perempuan,” kata Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni.
Srikandi SIG
Saat ini, di SIG juga sudah terbentuk komunitas karyawan perempuan dengan nama ‘Srikandi SIG’, sebagai perpanjangan tangan dari ‘Srikandi BUMN’. Melalui komunitas ini, SIG turut mendorong pemberdayaan perempuan dengan pembelajaran seperti change management, managing work, dan work planning.
Selain pembelajaran yang berkolaborasi dengan human capital, Srikandi SIG juga melaksanakan kegiatan mentoring oleh karyawan perempuan band 1 dengan karyawan perempuan band 2 untuk mendukung pengembangan kepemimpinan perempuan.
“Jika karyawan dapat menunjukkan performa terbaik dan pengembangan kompetensi dengan baik, maka peluang karier akan terbuka tanpa melihat gender. Salah satunya adalah Direktur Produksi di salah satu anak perusahaan SIG saat ini telah dijabat oleh perempuan. Hal ini menjadi bukti affirmative action dari manajemen dalam mendukung terwujudnya kesetaraan kepemimpinan,” ujar Ketua Srikandi SIG, Oktoria Masniari.
Sustainability Framework
Baru-baru ini, SIG juga merilis Sustainability Framework (Kerangka Keberlanjutan) sebagai langkah untuk mendukung strategi keberlanjutan perusahaan. Kerangka ini akan menjadi acuan dalam rencana perusahaan untuk mendapatkan Sustainability Linked Loan atau instrumen keuangan berkelanjutan lainnya, yang akan dibutuhkan dalam menerapkan aspek Environmental, Social and Governance (ESG) dalam seluruh mata rantai serta operasional perusahaan.
Sustainability Framework SIG ini fokus pada penurunan emisi karbon secara bertahap dengan target 520 kg CO2/ton semen dan stretch target 493 kg CO2/ton semen pada tahun 2032. Kerangka ini mencakup salah satunya namun tidak terbatas pada strategi pelaksanaan ESG, tata kelola ESG, dan Key Performance Indicator yang digunakan, dalam hal ini Emisi Karbon Scope 1 beserta Sustainability Performance Targets (SPT).
“Penetapan target penurunan emisi karbon tersebut akan dilakukan dengan pengurangan clinker factor, peningkatan substitusi panas dari bahan bakar alternatif, dan optimalisasi konsumsi energi termal spesifik. Inisiatif penurunan emisi karbon tersebut juga akan berdampak positif pada cost efficiency sehingga meningkatkan profitabilitas Perusahaan,” kata Direktur Utama SIG, Donny Arsal.
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar
- Abul Muamar

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan