Pemerintah Terbitkan Panduan Pendidikan Perubahan Iklim
Foto: Olena Bohovyk di Unsplash.
Perubahan iklim telah dianggap sebagai salah satu ancaman terbesar dunia saat ini, di samping penurunan keanekaragaman hayati dan pencemaran. Berbagai dampak perubahan iklim kini semakin nyata di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Di antara banyak upaya yang perlu dilakukan, pendidikan merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Terkait hal ini, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) telah menerbitkan Panduan Pendidikan Perubahan Iklim yang ditujukan untuk warga satuan pendidikan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di seluruh Indonesia.
Pendidikan Perubahan Iklim di Indonesia
Secara geografis, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap bencana terkait perubahan iklim. Berbagai bencana yang muncul akibat perubahan iklim yang telah sering terjadi di antaranya seperti banjir, kekeringan, peningkatan suhu, kenaikan permukaan laut, dan pergeseran pola hujan. Selain itu, perubahan iklim juga berdampak pada kesehatan lingkungan dan menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati di berbagai daerah. Seluruh bencana lingkungan tersebut pada gilirannya juga berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi.
Kini, kesadaran akan pentingnya mengatasi perubahan iklim pun semakin meluas, salah satunya melalui jalan pendidikan. Namun sayangnya, sebuah penelitian mengungkap bahwa pendidikan perubahan iklim di Indonesia masih belum menjadi prioritas, baik dari sisi kebijakan terkait perubahan iklim maupun sisi kebijakan pendidikan. Secara spesifik, penelitian tersebut menyoroti fokus pendidikan perubahan iklim di Indonesia yang belum banyak melibatkan inisiatif pendidikan yang lebih luas, termasuk yang menargetkan anak-anak dan masyarakat umum. Pendidikan perubahan iklim di Indonesia selama ini lebih banyak dilaksanakan melalui jalur nonformal, seperti pelatihan atau workshop.
Lebih lanjut, penelitian tersebut juga mengungkap kurangnya sinergitas antara kebijakan perubahan iklim dengan kebijakan pendidikan, serta dominasi pertimbangan ekonomi dalam kebijakan iklim, yang menyebabkan program-program pendidikan perubahan iklim menjadi tidak efektif.
Panduan Pendidikan Perubahan Iklim
Disusun sejak Juli 2023, Panduan Pendidikan Perubahan Iklim memberikan prinsip, panduan, dan tips praktis tentang pelaksanaan pendidikan perubahan iklim yang efektif di satuan pendidikan, baik dalam intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah tanpa menambah mata pelajaran baru. Panduan ini dilengkapi dengan informasi, sumber belajar, dan jejaring kemitraan yang dapat diakses agar pelaksanaan pendidikan perubahan iklim dapat berjalan sesuai prinsip-prinsip pendidikan berkualitas. Selain itu, panduan ini juga dilengkapi dengan penjelasan kompetensi dan capaian yang dapat diraih oleh siswa dalam setiap fase pembelajaran, langkah penerapan, inspirasi asesmen, dan pengembangan budaya tangguh iklim.
Panduan ini menekankan pentingnya prinsip relevan, afektif, berbasis pengetahuan, aksi nyata, dan holistik, yang bertujuan untuk mencapai budaya tangguh iklim. Budaya tangguh iklim tercapai ketika seluruh warga satuan pendidikan telah sama-sama memahami isu krisis iklim dan sepakat bahwa aksi iklim mesti dilakukan.
Beberapa bentuk model implementasi pendidikan perubahan iklim dalam panduan tersebut antara lain:
- Dalam intrakurikuler: pendidikan perubahan iklim diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran, disisipkan dalam perencanaan pembelajaran, dan diukur keberhasilannya melalui asesmen mata pelajaran.
- Dalam kokurikuler: penyadartahuan isu krisis iklim melalui penelitian, peningkatan keterampilan adaptasi-mitigasi iklim seperti pertanian/perikanan tangguh iklim, bidang usaha yang ramah iklim, dan lain sebagainya.
- Dalam ekstrakurikuler: menyisipkan dan melatihkan kompetensi iklim dalam ekstrakurikuler yang relevan seperti kepramukaan, latihan kepemimpinan siswa, palang merah remaja (PMR), usaha kesehatan sekolah (UKS), karya ilmiah remaja, seni budaya, dan lainnya.
“Dengan kesadaran dan pemahaman yang ditanamkan sejak dini, anak-anak bisa mempersiapkan diri dan berperan aktif dalam merespons perubahan iklim. Krisis iklim yang sedang terjadi akan sangat dirasakan oleh anak-anak dan generasi muda di masa depan, yang nantinya akan berdampak sangat besar pada hasil belajar dan kesejahteraan hidup mereka,” kata Anindito Aditomo, Kepala BSKAP.
Koordinasi yang Baik
Implementasi pendidikan perubahan iklim membutuhkan koordinasi yang baik dari para pengambil keputusan di berbagai kementerian/lembaga terkait kebijakan perubahan iklim dan kebijakan pendidikan, misalnya antara kurikulum nasional yang disusun Kementerian Pendidikan dengan Program Adiwiyata yang diusung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Pada akhirnya, pendidikan perubahan iklim mesti menyasar semua kalangan, baik secara formal maupun informal, serta disertai dengan aksi-aksi iklim yang nyata dan signifikan.
Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.

Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan
Menyoroti Peran Perusahaan dalam Menyediakan Akses terhadap WASH di Lingkungan Kerja
Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan